<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189</id><updated>2011-12-13T19:58:58.389-08:00</updated><category term='media'/><category term='Suicide'/><category term='Social Psychology'/><category term='Daily Life'/><category term='Opinion'/><category term='Bill'/><category term='kuantitatif'/><category term='Contemplation'/><category term='Mental Health'/><category term='Love'/><category term='Latest Issue'/><category term='Popular Psychology'/><category term='terorisme'/><category term='Tips'/><category term='intensitas'/><category term='Personality'/><category term='Inspiration'/><category term='Information'/><category term='sikap'/><title type='text'>LUKMAN NUL HAKIM</title><subtitle type='html'>Living life to the fullest</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-8520401890417618747</id><published>2011-11-09T19:47:00.000-08:00</published><updated>2011-11-09T20:14:38.489-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social Psychology'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mental Health'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bill'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suicide'/><title type='text'>The Phenomenon of Suicide and Mental Health</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UQIjaVg1Lg8/TrtLJNjR2nI/AAAAAAAAAOo/pY22wRXvHKA/s1600/teen_suicide_copy.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UQIjaVg1Lg8/TrtLJNjR2nI/AAAAAAAAAOo/pY22wRXvHKA/s200/teen_suicide_copy.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673210777231809138" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Lukman Nul Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nationwide suicide rate increases sharply each year in Indonesia. External and internal factors play crucial role to suicidal behavior. External factor such as poverty, family problem and peer problem claimed to be the main causes. Nevertheless internal factor such as inexistence of mental health, happiness and positive self concept deemed to be more dangerous. The government and parliament should work hand in hand in increasing awareness on mental health issues. Bill on Mental Health has become very urgent to be established.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada 3 Februari 2010 sekitar pukul 16.00 sore seorang wanita muda bernama Hensi terlihat berdiri berpegangan di pinggiran dinding lantai 4 Mall Pasaraya Citra di Muara Enim Sulawesi Selatan. Seperti ditayangkan di Metro TV , Hensi berpegangan hanya dengan satu tangan, hingga akhirnya dia pun menjatuhkan diri. Beruntung beberapa warga berinisiatif meletakkan matras di posisi dimana Hesti akan jatuh sehingga upaya bunuh diri Hesti gagal. Sementara di Klaten Media Indonesia (15/8/2010) memberitakan seorang Ibu bernama Khoir Umi Latifah yang membakar diri  dan kedua anaknya yang berusia 4 dan 2,5 tahun hingga meninggal, hingga kini belum diketahui secara jelas penyebab aksi nekat bunuh diri tersebut. Terdapat sangat banyak kasus-kasus bunuh diri di Tanah Air seperti yang terliput oleh media. &lt;br /&gt;Di Indonesia, meskipun belum tersedia data bunuh diri secara nasional akan tetapi angka bunuh diri terus meningkat. WHO menuliskan di Jakarta angka bunuh diri meningkat dari 112 kasus pada tahun 1996 menjadi 146 pada tahun 1998, diduga peningkatan tersebut dikarenakan krisis moneter yang mengalami puncaknya di Indonesia pada tahun 1998. Media Indonesia (15/8/2010) menuliskan kasus bunuh diri di Jakarta pada tahun 2008 dan 2009 masing-masing sebanyak 102 kasus. Kasus bunuh diri juga tinggi di Bali. Menurut Psikiater Bali Luh Ketut Suryani, antara Januari-September 2010 saja telah ada 146 kasus. Daerah lain yang mempunyai banyak kasus bunuh diri adalah Gunung Kidul. Psikolog RSUD Wonosari Ida Rachmawati mengatakan bahwa di Gunung Kidul pada tahun 2007 terjadi 31 kasus, tahun 2008 sebanyak 29 kasus, dan tahun 2009 juga sebanyak 29 kasus. Adapun urutan modus bunuh diri di Indonesia yang sering digunakan -dari yang paling sering hingga lebih jarang- yaitu gantung diri, terjun bebas, potong urat nadi, membakar diri, minum racun, menceburkan diri dan menembak diri.&lt;br /&gt;Bunuh diri memang fenomena yang fantastis. Bunuh diri merupakan penyebab kematian tertinggi ke-12 di dunia (WHO), nomor 10 di Negara-negara Barat dan nomor 8 di Amerika Serikat (Carson dkk, 1996). Kasus bunuh diri bagaikan fenomena gunung es, dimana diperkirakan kasus bunuh diri yang tidak terdata lebih banyak lagi. Weikstein (Dalam Carson dkk, 1996) mengatakan bahwa kebanyakan ahli sepakat bahwa jumlah kasus bunuh diri yang sesungguhnya kemungkinan dua kali atau beberapakali lipat lebih banyak. Di Amerika Serikat (AS) diperkirakan lebih dari 200.000 orang berusaha melakukan bunuh diri tiap tahunnya, dan sekitar 3 persen dari seluruh orang AS pernah terpikir untuk melakukan bunuh diri selama rentang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKU BUNUH DIRI&lt;br /&gt;Dalam Carson, dkk (1996) dituliskan bahwa usaha melakukan bunuh diri lebih sering dilakukan oleh orang-orang yang berusia dibawah 35 tahun, dan kemungkinan wanita berusaha melakukan bunuh diri tiga kali lebih tinggi dibanding laki-laki. Orang yang pisah ataupun bercerai mempunyai kecenderungan empat kali lebih besar untuk berusaha bunuh diri. Penyebab yang paling sering adalah karena pertengkaran ataupun kondisi hidup yang sangat stress.&lt;br /&gt;Sedangkan temuan mengenai usaha bunuh diri yang berhasil dilakukan berbeda dibandingkan usaha bunuh diri yang tidak berhasil. Perempuan empat kali lebih sering melakukan usaha bunuh diri, namun demikian tingkat keberhasilan bunuh diri pada laki-laki dua kali lebih tinggi dibanding perempuan. Menurut dr Surjo Dharmono SpKJ (dalam Kompas, 6/1/11) “kaum perempuan itu sifatnya ingin mengakhiri sesuatu dengan indah. Karena itu, mereka sibuk merencanakan agar kematiannya juga indah dan biasanya berakhir dengan kegagalan bunuh diri".  Di AS cara bunuh diri yang paling sering dilakukan oleh perempuan adalah menelan obat-obatan, sedangkan laki-laki cenderung menggunakan cara yang mematikan seperti menembak diri dengan senjata api. Penelitian oleh Batty dkk (2010) mencoba melihat hubungan antara Intelligence Quotient (IQ) rendah dengan kecenderungan melakukan bunuh diri pada laki-laki di Swedia. Penelitian yang melibatkan 1,1 juta orang itu menyimpulkan bahwa tingkat kecerdasan yang rendah diperkirakan memainkan peranan penting dalam percobaan bunuh diri. Pria-pria dengan IQ terendah hampir 9 kali lebih mungkin mencoba melakukan bunuh diri ketimbang pria dengan IQ tertinggi. Sementara di AS bunuh diri yang berhasil, paling sering dilakukan oleh orang lanjut usia (65 tahun keatas), dan lebih sering terjadi pada lanjut usia laki-laki.&lt;br /&gt;Dalam bukunya Abnormal Psychology, Carson dkk (1996) juga menuliskan bahwa orang-orang yang masuk dalam kategori resiko tinggi melakukan bunuh diri adalah orang-orang yang mempunyai gangguan mood (mood disorder), mengalami perpisahan atau bercerai, orang lanjut usia, pencandu alcohol, dan penderita schizophrenia. Anak-anak beresiko melakukan bunuh diri jika orang tua-nya bercerai, meninggal atau berpisah, atau jika seorang anak berada dalam lingkungan rumah  yang melecehkan, lalai, dan sembrawut. Temuan lain adalah bahwa 6 hingga 8 persen orang yang mencoba melakukan bunuh diri mempunyai sejarah anggota keluarga yang bunuh diri. Lebih jauh menurut Berman &amp;amp; Jobes (dalam Carson dkk, 1996) melihat aksi bunuh diri melalui media berakibat pada meningkatnya kasus bunuh diri pada remaja, hal ini di sebabkan remaja mudah terpengaruh oleh sugesti dan remaja mempunyai mempunyai kecenderungan berperilaku meniru (imitative).&lt;br /&gt;World Health Organization memberikan skema proses yang terjadi dalam kognisi orang yang akan melakukan bunuh diri yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bH37QVJGNeA/TrtMuTHrlUI/AAAAAAAAAO0/FzfBRxmmLPI/s1600/Suicide.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bH37QVJGNeA/TrtMuTHrlUI/AAAAAAAAAO0/FzfBRxmmLPI/s200/Suicide.bmp" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673212513893455170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUNUH DIRI, KESEHATAN MENTAL DAN PENANGANANNYA&lt;br /&gt;Temuan-temuan penelitian menegaskan bahwa ada hubungan antara perilaku bunuh diri dengan gangguan kesehatan mental. Beberapa faktor eksternal yang buruk memang menjadi penyebab awal (kemiskinan, perpisahan, perceraian, penyakit yang berkepanjangan, menderita kerugian finansial yang luas biasa, kehilangan status sosial, menjadi tahanan, dan lain-lain). Akan tetapi penyebab awal tersebut tidak cukup untuk mendorong seseorang melakukan bunuh diri. Terdapat sangat banyak orang-orang yang berada dalam kondisi bermasalah seperti tersebut diatas, tetapi kenapa hanya sebagian kecil dari mereka yang memutuskan untuk bunuh diri. Faktor lain apa yang ada pada orang-orang yang melakukan bunuh diri, tetapi tidak ada pada orang yang tidak memutuskan untuk bunuh diri. Faktor lainnya adalah permasalahan gangguan mental.&lt;br /&gt;Semiun (dalam Lukman, 2010) mengatakan bahwa orang yang sehat secara mental mempunyai sikap menghargai diri sendiri, memahami dan menerima keterbatasan diri sendiri dan keterbatasan orang lain, memahami kenyataan bahwa semua tingkah laku ada penyebabnya, dan memahami dorongan untuk aktualisasi-diri. Sebaliknya, orang yang tidak sehat secara mental mempunyai emosi yang tidak terkendali, secara kepribadian tidak matang sesuai usianya, tidak mampu menghadapi tekanan hidup, mempunyai tingkat kecurigaan yang tinggi pada orang lain, agresif, dll.&lt;br /&gt;Terdapat banyak jenis gangguan mental dan salah satu jenis gangguan yang sangat beresiko terhadap bunuh diri adalah gangguan mood, atau disebut juga gangguan afeksi. Gangguan ini melibatkan perasaan yang terus menerus sedih ataupun terus menerus senang yang berlebihan, atau fluktuasi sangat senang dan sangat sedih. Bentuk mood disorder yang umum adalah depression, mania dan bipolar.&lt;br /&gt;Dalam menghadapi orang dengan keinginan bunuh diri, target utama yang harus dilakukan adalah membantu mendampingi yang bersangkutan (ybs) dalam melewati krisis hidup yang tengah dilaluinya. Carson dkk (1996) menuliskan langkah pendampingan yang dapat dilakukan sebagai berikut : (a) memelihara hubungan dengan ybs; (2) membantu ybs menyadari bahwa kondisi stress mengganggu kemampuannya menganalisa situasi secara tepat dan mengganggu kemampuannya memilih diantara alternatif-alternatif pilihan; (3) membantu ybs menyadari bahwa tersedia cara-cara lain untuk menyelesaikan masalahnya (4) memainkan peran mendukung dan mengarahkan; (5) membantu ybs menyadari bahwa permasalahannya akan ada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUKUNGAN PARLEMEN TERHADAP KESEHATAN MENTAL&lt;br /&gt;Parlemen melalui produk undang-undangnya dapat memainkan peran yang signifikan dalam usaha meningkatkan kesehatan mental masyarakat dan menekan angka kasus-kasus yang dilatarbelakangi oleh rendahnya kesehatan mental masyarakat melalui penerbitan Undang-undang Kesehatan Jiwa.&lt;br /&gt;Keberadaan UU Kesehatan Jiwa akan mendorong pemerintah agar memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan mental masyarakat, yang akan teraktualisasi dalam bentuk penganggaran, kebijakan maupun implementasi dilapangan yang pro kesehatan mental. Saat ini UU Kesehatan Jiwa telah masuk dalam Program Legislasi Nasional 2010-2014, akan tetapi belum masuk prioritas penyelesaian tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini telah dipublikasikan pada Info Singkat DPR RI edisi Bulan Januari 2011&lt;br /&gt;Boleh dikutip dengan mencantumkan sumber&lt;br /&gt;Lukman Nul Hakim&lt;br /&gt;Email : luckey_knap@yahoo.com&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR BACAAN&lt;br /&gt;1. Batty, G.D., Whitley, E., Deary, I.J., Gale, C.R., Psychosis alters association between IQ and future risk of attempted suicide: cohort study of 1.109.475 Swedish men. British Medical Journal., 2010.&lt;br /&gt;2. Carson, Robert.C., Butcher, James N., &amp;amp; Mineka, Susan., Abnormal Psychology and Modern Life. 10th Ed. New York : HarperCollins Publisher Inc., 1996.&lt;br /&gt;3. Hakim, Lukman N., Pembentukan UU Kesehatan Jiwa Sebagai Upaya Mendorong Pembangunan Sosial. Jakarta : P3DI Setjen DPR RI., 2010.&lt;br /&gt;4. Ulmilla, Iva. Hubungan Antara Penerimaan Diri dengan Kecenderungan Bunuh Diri Pada Rremaja yang Berstatus Sosial Ekonomi Lemah. Skripsi. Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta&lt;br /&gt;5. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan&lt;br /&gt;6. Daftar Prolegnas 2010-2014&lt;br /&gt;7. http://megapolitan.kompas.com/read/2011/01/05/11054546/Awas..Bunuh.Diri.di.Mal.Jadi.Tren diakses pada 18 Januari 2011&lt;br /&gt;8. http://www.mediaindonesia.com/read/2010/08/15/162272/265/114/Bunuh-Diri-Akhiri-Impitan-Hidup diakses pada 18 Januari 2011&lt;br /&gt;9. http://www.youtube.com/watch?v=Qvt6Ak0jF4s diakses pada 18 Januari 2011&lt;br /&gt;10. http://www.beritabali.com/index.php?reg=&amp;amp;kat=&amp;amp;s=news&amp;amp;id=201009140002 diakses pada 18 Januari 2011&lt;br /&gt;11. http://www.antaranews.com/berita/1261859503/bunuh-diri-terbanyak-tetap-di-gunungkidul diakses pada 18 Januari 2011&lt;br /&gt;12. http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/31/159107/124/101/Kasus-Bunuh-Diri-di-Gunung-Kidul-Meningkat diakses pada 18 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-8520401890417618747?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/8520401890417618747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=8520401890417618747&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/8520401890417618747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/8520401890417618747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2011/11/phenomenon-of-suicide-and-mental-health.html' title='The Phenomenon of Suicide and Mental Health'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UQIjaVg1Lg8/TrtLJNjR2nI/AAAAAAAAAOo/pY22wRXvHKA/s72-c/teen_suicide_copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-3051745495249078703</id><published>2011-01-30T22:05:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T04:54:41.188-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intensitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuantitatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sikap'/><title type='text'>The Influence of Intensity in keeping up Terrorism Information and Attitude towards Terrorism</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUqlPmPsp3I/AAAAAAAAAM8/3u3u70WhSCA/s1600/cartoon_gun_is_a_cartoon_gun%2521.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUqlPmPsp3I/AAAAAAAAAM8/3u3u70WhSCA/s200/cartoon_gun_is_a_cartoon_gun%2521.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569445576580048754" /&gt;&lt;/a&gt;By : Lukman Nul Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstract&lt;br /&gt;The aim of this research is to study the effect of intensity of following news regarding terrorism to attitude towards terrorism. Research conducted using randomized two group design post test only. Subject of this research is 70 people, namely 28 people with lower intensity and 42 people with higher intensity of following news regarding terrorism. The sampling technique used is incidental sampling. In analyzing the data t-test technique is used. The result of the research shows that there is no significant difference between subject with low and high intensity of following news regarding terrorism with their attitude towards terrorism within the three aspect of attitude i.e. cognitive, affective and behavior. As additional research, researcher compared also the subject’s attitude in respect of their gender, marital status, age and educational background. Among the four additional dimensions, the t-score of educational background found to be the highest, though still insignificant. For further research, attitude towards terrorism of people from varied educational background with higher number of sample is recommended.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Sisi Koin Media&lt;br /&gt;Media bagaikan pedang bermata dua, disatu sisi media berperan penting dalam penyebaran informasi dan mengedukasi masyarakat namun disisi lain dibutuhkan kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menerima berita, karena jika tidak, maka media justru dapat memberikan pengaruh yang buruk. Seperti dikatakan oleh Fiske &amp;amp; Taylor (1991) masyarakat memandang bahwa berita di media adalah sebuah kebenaran. Masyarakat merasa tidak perlu mengkritisi isi berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Abu Bakar Ba’asyir...&lt;br /&gt;"Saya dengar dari kawan-kawan disana yang melihat jenazah Dulmatin. Baunya wangi dan darah masih mengalir. Kenapa demikian, itu membuktikan kalau teroris lima menit setelah mati pasti busuk," kata Ba'asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diterima oleh berbagai lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang pendidikan, pengalaman hidup, dan interest. Bagi sebagian orang berita tersebut mungkin hanya dianggap sebagai berita biasa, bagi sebagian lainnya berita itu diterima sebagai pernyataan dari seorang tokoh, bagi media pernyataan tersebut merupakan sebuah informasi yang saleable, dan bahkan bagi mereka yang mempunyai pemikiran sejalan dengan teroris berita tersebut bisa menjadi pembenaran atas pemikiran mereka, dan terlebih lagi pembenaran atas aksi pembunuhan terhadap orang-orang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kelompok orang dengan kategori terakhir, pernyataan Ba’asir bagaikan pupuk yang membuat tanah menjadi gembur. Karena seperti hasil penelitian Profesor Sarlito Wirawan Sarwono terhadap para teroris yang berhasil ditangkap kepolisian, bahwa faktor yang sangat penting bagi teroris adalah senior mereka. Sarlito (2009) menuliskan dalam laporan penelitiannya “dalam kelompok (teroris) terasa sekali dominasi ikhwan-ikhwan yang dituakan di masing-masing kelompok. Tidak ada yang berani berpendapat lain dari apa yang dikemukakan para ikhwan senior tersebut. Tidak ada kritik, silang pendapat, apalagi demokrasi”. Budaya ‘Sami’na wa ato’na’ yang maksudnya ‘kami mendengar dan kami mengikuti (perkataan guru kami)’ telah menjadi pedoman berperilaku. Bagi para teroris yang berhasil ditangkap, perkataan gurunya merupakan kebenaran yang tidak untuk diperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan yang luar biasa terhadap jenajah Dulmatin, sehingga menjadikannya bagai pahlawan dan ditambah dengan sikap tokoh yang positif terhadap Dulmatin seakan menjadi reward atas perilaku Dulmatin maupun pelaku teroris lainnya. Teroris yang bagi hukum positif Negara Indonesia mempunyai image negatif, seakan-akan menjadi ber-image positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis berkeyakinan bahwa pemberitaan mengenai aksi terorisme yang sangat gencar akan memberikan pengaruh bagi para audiensnya, untuk itu penulis ingin melihat sejauh mana pemberitaan mengenai terorisme mempengaruhi audiensnya. Untuk itu pertanyaan berikut diformulasikan : Apakah terdapat pengaruh dari intensitas mengikuti informasi tentang terorisme terhadap sikap mengenai terorisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Penelitian&lt;br /&gt;- Karakteristik Subjek Penelitian&lt;br /&gt;Subjek penelitian secara total berjumlah 70 orang. Dengan karakteristik sebagai berikut, berdasarkan jenis kelamin 34 subjek adalah laki-laki dan 36 orang perempuan. Sedangkan berdasarkan usia, 34 subjek berusia 29 tahun kebawah, dan 36 subjek diatas 30 tahun. Untuk status perkawinan 35 subjek telah menikah dan 35 lainnya belum menikah. Latar belakang pendidikan subjek cukup bervariasi, strata satu dan dibawahnya berjumlah 29 subjek, dan strata dua keatas sebanyak 41 subjek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUZR1khO-RI/AAAAAAAAALQ/86qK1hjf62w/s1600/Data%2BPenelitian1.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 60px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUZR1khO-RI/AAAAAAAAALQ/86qK1hjf62w/s200/Data%2BPenelitian1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568227970068183314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penelitian ini utamanya bermaksud melihat perbedaan sikap dari orang-orang yang mengikuti pemberitaan mengenai terorisme dengan intensitas tinggi dan intensitas rendah. Namun demikian terdapat 4 penelitian tambahan yaitu pengaruh gender, usia, status perkawinan dan latar belakang pendidikan terhadap sikap mengenai terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut hasil mean score tiap-tiap dimensi pengukuran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUZR-ZKmviI/AAAAAAAAALY/vSIjt0xpOHk/s1600/Data%2BPenelitian2.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 88px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUZR-ZKmviI/AAAAAAAAALY/vSIjt0xpOHk/s200/Data%2BPenelitian2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568228121639304738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hasil perhitungan uji signifikansi dengan t-test untuk mengetahui pengaruh intensitas mengikuti informasi terorisme terhadap sikap mengenai terorisme menghasilkan skor 0.6777. Hasil ini lebih rendah dari skor table pada LOS 0.05. Hasil ini menunjukkan tidak ada pengaruh dari intensitas mengikuti informasi terorisme terhadap sikap mengenai terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada uji siginifikansi dimensi tambahan yaitu gender, usia, status perkawinan dan latar belakang pendidikan dan pengaruhnya terhadap sikap mengenai terorisme, pada kesemua dimensi skor t-test lebih kecil dibandingkan t table, yang juga berarti tidak adanya pengaruh dari keempat dimensi tersebut terhadap sikap mengenai terorisme. Namun demikian terdapat perbedaan skor t diantara kelima dimensi diatas. Jika diurutkan maka skor t terbesar yaitu 1.044 untuk dimensi latar belakang pendidikan, disusul oleh dimensi intensitas mengikuti pemberitaan tentang terorisme sebesar 0.677, kemudian dimensi gender 0.576, dimensi status perkawinan 0.025 dan terakhir dimensi usia 0.024.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hasil ini maka Hipotesa alternatif bahwa Intensitas mengikuti informasi terorisme memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap mengenai terorisme ditolak. Sedangkan hipotesa null yang menyatakan bahwa Intensitas mengikuti informasi terorisme tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap mengenai terorisme, diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pembahasan&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan dari intensitas mengikuti informasi terorisme terhadap sikap mengenai terorisme. Hasil ini berlawanan dengan hasil beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa eksposur terhadap media mempengaruhi perilaku yang merupakan salah satu domain dari sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Rowell Huesmann menunjukkan bahwa eksposur terhadap kekerasan di media mengakibatkan anak-anak berperilaku lebih agresif dan mempengaruhi mereka ketika dewasa nanti. Hasil ini juga berlawanan dengan pendapat Innis (1950) bahwa sifat dasar teknologi media sangat berpengaruh terhadap cara berfikir dan berperilaku masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut peneliti perbedaan hasil ini bisa muncul dikarenakan beberapa faktor. Yang utama adalah karena pemilihan sampling. Dalam menyebarkan skala sikap peneliti menggunakan sarana internet yaitu melalui email dan website. Secara otomatis penggunaan internet telah menyaring jenis responden, yaitu orang-orang yang melek teknologi. Jadi ada homogenitas responden yaitu orang-orang yang biasa menggunakan teknologi khususnya internet. Homogenitas ini menghasilkan respon jawaban terhadap skala sikap yang homogen sehingga tidak memunculkan perbedaan yang signifikan diantara responden penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kedua adalah faktor penggunaan email dalam mengirimkan dan mengembalikan skala sikap kepada peneliti. Ketika responden menjawab skala sikap dan mengembalikannya melalui email maka secara otomatis peneliti mengetahui responden yang mana menjawab apa dalam skala sikapnya. Dengan kata lain anonimitas yang telah direncanakan pada awalnya dengan responden tidak perlu menuliskan nama pada halaman skala sikap tidak tercapai. Berbeda halnya dengan proses menjawab skala sikap melalui website, anonimitas terjaga. Meskipun pengisian skala sikap melalui email dan website sama-sama menggunakan medium internet namun peneliti tidak dapat mengetahui siapa menjawab apa dalam skala sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor ketiga adalah latar belakang pendidikan yang setara. Responden penelitian ini totalnya berjumlah 70 orang. 1 orang berpendidikan Diploma 1 tahun, 8 orang Diploma 3 tahun, 20 orang strata 1, 39 orang strata 2 dan 2 orang strata 3. Secara umum para responden sudah merasakan jenjang pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUZSHo5LqkI/AAAAAAAAALg/PTGWm8z5-Eg/s1600/Data%2BPenelitian3.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 84px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUZSHo5LqkI/AAAAAAAAALg/PTGWm8z5-Eg/s200/Data%2BPenelitian3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568228280480016962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang menarik adalah dari 5 dimensi yang diukur, skor t-test untuk perbedaan sikap terhadap terorisme pada orang-orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda menunjukkan hasil skor yang paling tinggi meskipun belum signifikan. Artinya diantara intensitas mengikuti informasi, gender, status pernikahan, usia dan latar belakang pendidikan, maka perbedaan dalam latar belakang pendidikan lah yang mempunyai potensi perbedaan. Mean skor kelompok dibawag pendidikan S1 sebesar 88.586, sedangkan kelompok S2 keatas 91. Semakin besar angkanya maka semakin tidak pro terhadap terorisme dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hasil penelitian ini peneliti mendorong untuk dilakukan penelitian sejenis tetapi lebih memfokuskan diri pada perbedaan latar pendidikan dan kaitannya dengan sikap terhadap terorisme. Perbandingan yang akan dilihat adalah perbedaan pada responden yang berpendidikan Sekolah Lanjut Tingkat Atas versus yang telah memasuki pendidikan tinggi. Fakta menunjukkan bahwa dua pembom bunuh diri di hotel Ritz Carlton dan J.W. Marriot pada tanggal 17 Juli 2009 adalah siswa dan alumni SLTA (Sarlito, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian lain yang juga sebaiknya dilakukan adalah penelitian sejenis dengan fokus pada responden usia remaja. Hidayat (dalam Sarlito, 2009) menuliskan bahwa sangat diperlukan penelitian tentang sampai seberapa jauh radikalisme telah masuk ke dunia remaja masjid, sekolah lanjutan, dan kampus-kampus universitas di seluruh Indonesia, sekaligus untuk membuat peta radikalisme di Indonesia, karena di masa depan radikalisme pasca JI akan tumbuh dari kalangan generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erikson (1970, dalam Santrock 2003) mengemukakan bahwa ada tiga tahap perkembangan moral : pembelajaran moral yang spesifik di masa kanak-kanak, perhatian terhadap ideology pada masa remaja, dan konsolidasi etis dimasa dewasa. Selama masa remaja individu melakukan pencarian identitas. Menurut Santrock bila remaja dikecewakan oleh keyakinan moral dan keagamaan yang mereka peroleh selama masa kanak-kanak, mereka cenderung merasa kehilangan tujuan dan merasa hidup mereka kosong, setidaknya untuk sementara. Hal ini dapat membawa remaja keusaha mencari ideology yang akan memberikan tujuan dalam hidup mereka. Agar suatu ideology dapat diterima, harus ada bukti nyata dan haruslah sesuai dengan kemampuan remaja untuk berfikir logis. Bila orang lain juga memiliki ideology yang sama maka perasaan sebagai bagian dari suatu kelompok masyarakat pun terbentuk. Bagi Erikson, ideology berperan sebagai pelindung identitas selama masa remaja karena ideology memberikan perasaan adanya tujuan, membantu menghubungkan masa kini dengan masa depan, dan memberi arti bagi tingkah laku. Hoffman (1980, dalam Santrock 2003). Menurut Santrock (2003) terdapat lebih dari 2500 sekte pemujaan di Amerika Serikat. Dua hingga tiga juta remaja dan dewasa muda menjadi anggota sekte. Kondisi tersebut menggambarkan ketertarikan orang-orang usia remaja yang berada dalam kegamangan tentang identitas agamanya, dan kondisi ini rentan untuk dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi dan rendahnya intensitas mengikuti informasi tentang terorisme tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap mengenai terorisme. Dan diantara dimensi-dimensi tambahan yang diukur yaitu gender, status pernikahan, usia, latar belakang pendidikan, dan intensitas mengikuti berita, kesemuanya tidak menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap sikap mengenai terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai mean dimensi latar belakang pendidikan mempunyai skor yang paling tinggi dibanding yang lainnya. Sementara dimensi usia mendapatkan skor mean terendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran&lt;br /&gt;Sesuai dengan diskusi dibagian pembahasan, dipandang masih sangat diperlukan dilakukan penelitian lanjutan dengan fokus penelitian pada responden yang berbeda-beda dalam hal latar belakang pendidikannya. Perlu diteliti perbandingan perbedaan sikap terhadap terorisme oleh responden yang berlatar belakang pendidikan Sekolah Lanjut Tingkat Atas atau dibawahnya dengan responden yang berpendidikan Strata 1 keatas. Selain itu seperti saran dari Profesor Sarlito Wirawan Sarwono juga perlu dilakukan penelitian tentang terorisme yang terfokus pada subjek penelitian yang berada dalam rentang usia remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tulisan ini hanya merupakan cuplikan. Tulisan lengkap dapat dilihat di Jurnal Aspirasi Vol. I No. 1 Juni 2010. Yang diterbitkan oleh P3DI Setjen DPR RI.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-3051745495249078703?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/3051745495249078703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=3051745495249078703&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/3051745495249078703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/3051745495249078703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2011/01/pengaruh-intensitas-mengikuti-informasi_30.html' title='The Influence of Intensity in keeping up Terrorism Information and Attitude towards Terrorism'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUqlPmPsp3I/AAAAAAAAAM8/3u3u70WhSCA/s72-c/cartoon_gun_is_a_cartoon_gun%2521.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-6177059560983632679</id><published>2010-11-01T21:36:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T21:52:40.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>Being a Researcher</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TM-Yxe1y5YI/AAAAAAAAAKE/c4hzcywyYTM/s1600/Lukman%27s+Book.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TM-Yxe1y5YI/AAAAAAAAAKE/c4hzcywyYTM/s200/Lukman%27s+Book.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534810442921338242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Destiny has brought me to be a researcher on social welfare. I have always admired people who can express what is in their mind into words on the books, magazine or any other form of media. I envy to see people having their names on a book standing on the shelf of bookstores. What funny is, now I am forced to write, and I kinda enjoy that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nou.. at least the imagination of a book with my name is getting more clear :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, hope to soon post "Come and get my book in your nearest bookstore" :D&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-6177059560983632679?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/6177059560983632679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=6177059560983632679&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/6177059560983632679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/6177059560983632679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2010/11/being-researcher.html' title='Being a Researcher'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TM-Yxe1y5YI/AAAAAAAAAKE/c4hzcywyYTM/s72-c/Lukman%27s+Book.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-5489028283558447812</id><published>2007-09-22T12:26:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T14:22:52.309-08:00</updated><title type='text'>India, What Are You Up To?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RvVzIJ3KGbI/AAAAAAAAAF0/FCthBIzzXyg/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RvVzIJ3KGbI/AAAAAAAAAF0/FCthBIzzXyg/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113119535872481714" /&gt;&lt;/a&gt;For the past few months if you read newspapers in India, you will find 2 topics which always there, one is about the India - US Nuclear Deal 123, second is India's armed force muscle which is enlarging. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Started with the willingness of the ruling government of UPA to own civil nuclear energy which they say in order to give light bulb to the children living in villages untouched by modernization. Getting a nod from US with the hyde act and then continued with 123 agreement. Now, though there is a big obstacle from the Left parties and BJP not to operationalize the deal, but government give strong indication that they will move on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A big question mark come to my mind, is it true that India want to have this nuclear energy to supply electricity power? Me, I am not sure. Because for that purpose India can get it from other ways also, which is even saver and cheaper. I see some possibilities. Main reason will be Pakistan and China. As neighbor and India's enemy which has nuclear power, Pakistan and China become a great threat for India. As India used to have war with both of them. Other reason is, may be wants to be considered more as nuclear country, because India want to be a developed country, developed country must have nuclear power, to show its position to the world, that India is a global player.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next big issue is about India doing war exercise with other countries. India do war exercise with many countries. To be named are US, Japan, Australia, Singapore, Russia, England, Gulf countries, Thailand. Why so many exercise? I think India's main reason is to show it's non align position. India is close to not only US, or Russia, but also other countries&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-5489028283558447812?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/5489028283558447812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=5489028283558447812&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5489028283558447812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5489028283558447812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/09/india-what-are-you-up-to.html' title='India, What Are You Up To?'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RvVzIJ3KGbI/AAAAAAAAAF0/FCthBIzzXyg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-3426741532657620815</id><published>2007-08-28T01:54:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T14:22:52.492-08:00</updated><title type='text'>I F</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RtPlCjtu-yI/AAAAAAAAAFs/o5RXYIbVoKg/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RtPlCjtu-yI/AAAAAAAAAFs/o5RXYIbVoKg/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103674634850466594" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Dari Teman&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;If you're mad with someone, and nobody's there to fix the situation... You fix it.&lt;br /&gt;Maybe today, that person still wants to be your friend. &lt;br /&gt;And if u don't, tomorrow can be too late .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;If you're in love with somebody , but that person doesn't know...tell her/him.&lt;br /&gt;Maybe today, that person is also in love with you.&lt;br /&gt;And if you don't say it, tomorrow can be too late.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you really want to kiss somebody... kiss her/him.&lt;br /&gt;Maybe that person wants a kiss from you, too. &lt;br /&gt;And if you don't kiss her/him today, tomorrow can be too late.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you still love a person that you think has forgotten you...tell her/him.&lt;br /&gt;Maybe that person have always loved you. &lt;br /&gt;And if you don't tell her/him today, tomorrow can be too late.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you need a hug of a friend... ask her/him for it.&lt;br /&gt;Maybe they need it more than you do. &lt;br /&gt;And if you don't ask for it today, tomorrow can be too late.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you really have friends who you appreciate...tell them.&lt;br /&gt;Maybe they appreciate you as well. &lt;br /&gt;That if you don't and they leave or go far away today, tomorrow can be too late.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you love your parents, and never had the chance to show them... do it. &lt;br /&gt;Maybe you have them there to show them how you feel.&lt;br /&gt;That if you don't and they leave today, then tomorrow can be too late.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-3426741532657620815?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/3426741532657620815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=3426741532657620815&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/3426741532657620815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/3426741532657620815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/08/poet-if.html' title='I F'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RtPlCjtu-yI/AAAAAAAAAFs/o5RXYIbVoKg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-5382775826412508776</id><published>2007-06-17T08:35:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T14:22:52.730-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Latest Issue'/><title type='text'>'Sir' Salman Rushdie</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RnVV2ZLjXuI/AAAAAAAAAFk/-SkkiH0N5sY/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RnVV2ZLjXuI/AAAAAAAAAFk/-SkkiH0N5sY/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077058547890740962" /&gt;&lt;/a&gt; Salman Rushdie was awarded knighthood by British Queen Elizabeth II, and he is now entitled to put Sir in front of his name. He has been awarded for his services to literature.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rushdie was well known for his book Satanic Verses, which offended Al-Koran and Prophet Mohammad, and therefore Iran Spiritual leader made a decree for his assassination.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is another insensitivity of west to Muslims. The world knows exactly that Rushdie has offended Islam and created such a huge controversy, and awarding such an honorary title to Rushdie is an indirect offensive decision which will jeopardize the Islam – west relationship. It is still clear in  our memory when Danish Cartoon created such a problem and took a lot of lives. For me it is an unwise and unnecessary decision of The British. Keeping the situation in harmony is everyone’s responsibility. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-5382775826412508776?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/5382775826412508776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=5382775826412508776&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5382775826412508776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5382775826412508776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/06/salman-rushdie-awarded-sir.html' title='&apos;Sir&apos; Salman Rushdie'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RnVV2ZLjXuI/AAAAAAAAAFk/-SkkiH0N5sY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-8637942231180852115</id><published>2007-04-25T00:05:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T14:22:53.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Heaven and Hell</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/Ri8FqryuRqI/AAAAAAAAAFc/eqSZHSNbhoI/s1600-h/heaven+and+hell.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/Ri8FqryuRqI/AAAAAAAAAFc/eqSZHSNbhoI/s200/heaven+and+hell.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057267137428473506" /&gt;&lt;/a&gt;I just visit Saryono's blog, and his posting stimulate my mind to question these things,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Do you believe in heaven and hell? If you do, then&lt;br /&gt;2. In which one do you think you will end up?&lt;br /&gt;3. Have you prepared for this?&lt;br /&gt;4. Do you think your family member will be there too?&lt;br /&gt;5. Do you think they will make your journey smoother or they will be a stumbling block?&lt;br /&gt;6. What have you done to make them facilitate you rather than inhibit you?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Becoming a father, a husband, a son makes me think a lot about my responsibility to them. Have I done the right thing or not? Have i become a good role model for my children or not? These are tough questions to be answered, since the answer will be a long term result. I hope these kind of question bothers not only me, also all parents, coz if they don't even bother, how will it become. Just a thought.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-8637942231180852115?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/8637942231180852115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=8637942231180852115&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/8637942231180852115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/8637942231180852115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/04/heaven-and-hell.html' title='Heaven and Hell'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/Ri8FqryuRqI/AAAAAAAAAFc/eqSZHSNbhoI/s72-c/heaven+and+hell.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-3496310043569242462</id><published>2007-03-30T11:00:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T14:22:53.282-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Information'/><title type='text'>Free e-Book From Jeannie S. Bev</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/Rg1Wrl__5UI/AAAAAAAAAFU/EWJCInoTSbo/s1600-h/jennie.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/Rg1Wrl__5UI/AAAAAAAAAFU/EWJCInoTSbo/s200/jennie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047786064287098178" /&gt;&lt;/a&gt;I just opened my mail, and see an interesting offer from a sister in US - Jeannie, I hope you don't mind if I call you sister ;)-. There she said that she want to share her latest e-book for all for free of cost. I've known her for quite sometimes because a &lt;a href="http://afsyuhud.blogspot.com"&gt;friend&lt;/a&gt; used to speak a lot about this stunning girl. Imagine, in her thirties she has written a thousand articles and more than sixty electronic and printed books, which has been spread in Indonesia, US, Canada, England, France, German and Singapore. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have similar philosophy of life, that's "to be beneficial for other". &lt;em&gt;Life is much much more precious when we are beneficial for others, isn't it? &lt;/em&gt;. I would like to share this info to all of you, so that you can also get this free e-book by subscribe &lt;a href="http://www.jennieforindonesia.com/?page_id=117"&gt;here&lt;/a&gt;. I hope this will give some enlightenment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La vita e bella...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-3496310043569242462?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/3496310043569242462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=3496310043569242462&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/3496310043569242462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/3496310043569242462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/03/free-e-book-from-jeannie-s-bev.html' title='Free e-Book From Jeannie S. Bev'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/Rg1Wrl__5UI/AAAAAAAAAFU/EWJCInoTSbo/s72-c/jennie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-5305187616980658983</id><published>2007-03-11T09:30:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T14:22:53.448-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>A Rose For My Love</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RfQvB64nxnI/AAAAAAAAABk/wTyvFG8qThQ/s1600-h/roose.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RfQvB64nxnI/AAAAAAAAABk/wTyvFG8qThQ/s400/roose.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5040705592967546482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Honey, thank you very much for all the pain, sacrifice you must carry with you along this time, thank you for delivering a handsome and healthy baby of ours. I love you...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My baby has just born on Tuesday, February 27th 2007, Male, 3.150 kg, 50 cm, apgar score 9/10. We name him &lt;strong&gt;Faiz Raj Ahmad Hakim&lt;/strong&gt;. Welcome my dear son, conquer this world!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-5305187616980658983?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/5305187616980658983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=5305187616980658983&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5305187616980658983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5305187616980658983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/03/rose-for-my-love.html' title='A Rose For My Love'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RfQvB64nxnI/AAAAAAAAABk/wTyvFG8qThQ/s72-c/roose.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-6765549630690176207</id><published>2007-01-23T07:13:00.000-08:00</published><updated>2007-01-23T07:28:24.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personality'/><title type='text'>Idealist? Johary Window</title><content type='html'>Blogwalking to &lt;a href="http://www.mygreyworld.com/blog/"&gt;Sylvia's blog &lt;/a&gt;I found an online &lt;a href="http://www.testriffic.com/personality/personality"&gt;personality test&lt;/a&gt;, driven by curiosity in a blink I finished all the questions, and the result is.. &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.testriffic.com/personality/personality"&gt;&lt;img src="http://www.testriffic.com/images/personality_idealist.gif" alt="Testriffic.com" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I am an Idealist. Well..to be very honest, I doubt it's validity. But then I remember something, JOHARI WINDOW, have you ever heard about this? that our knowledge about our personality divided into 4 quadrant. First, is something about yourself that you know and other people know ; second, something that you know and other people don't know ; third, something that other people know but you don't know ; and fourth something that you and other people don't know. It is said that how closer you are to the first quadrant then how healthier you are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I thing this personality test is telling me something that I do not really know about my self. Try this test, it's fun, and tell us the result..namaste!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-6765549630690176207?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/6765549630690176207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=6765549630690176207&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/6765549630690176207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/6765549630690176207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/01/idealist-johary-window.html' title='Idealist? Johary Window'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-1223998179220142637</id><published>2007-01-21T11:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T14:22:53.562-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>Are You Handsome? Let Her Friends Decide</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbPE1QmDXvI/AAAAAAAAABY/c4xAzx3V-Fw/s1600-h/kutcher.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbPE1QmDXvI/AAAAAAAAABY/c4xAzx3V-Fw/s200/kutcher.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5022574428714917618" /&gt;&lt;/a&gt;A new finding by Ben from University of Aberdeen in Scotland show an interesting result. "in fact, women will look more favourably on the men that other women find attractive. Female guppies, quail and finches tend to mate with males that look like the males they have seen other females paired with". &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;It shows the power of conformity, how girls prefer to be indifferent from others. Of course this result take a snap the mid part of normal curve, there must always be a skewed part, there’s always exceptions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why this thing occur? Don't they have enough self confidence to choose their own favourable male? Or is the surrounding so powerful that if they do not conform they’ll get ‘punishment’? Let the girls answer...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-1223998179220142637?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/1223998179220142637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=1223998179220142637&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/1223998179220142637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/1223998179220142637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/01/are-you-handsome-let-her-friends-decide.html' title='Are You Handsome? Let Her Friends Decide'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbPE1QmDXvI/AAAAAAAAABY/c4xAzx3V-Fw/s72-c/kutcher.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-5200434577783403053</id><published>2007-01-14T03:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T14:22:53.728-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>How long does your personal idealism can stand?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEKNAmDXqI/AAAAAAAAAAk/lx_X0HBILZU/s1600-h/idealism.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEKNAmDXqI/AAAAAAAAAAk/lx_X0HBILZU/s200/idealism.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5021806278108995234" /&gt;&lt;/a&gt;I am a kind of student who do not go through the academic life continuously. After completing my bachelor degree I didn’t go further to the next degree directly, I worked for a couple of years then again come back to the academic life. This switching on and off between academic life and ‘real’ life enable me to distinguish the impact of those two situation on one who live on it.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Academic life ‘give space’ for our mind, ambition, dream, idealism to grow freely. On my first term academic life (during bachelor degree) I had a slight concern about my surrounding and I did something about it. These concerns can be about the political condition of the country, the world, philosophical stuff, education, and so forth. Among all those I did action on education, I wanted to enhance the foreign language ability of the people around me. That’s why I started a language institution named Quick Study Centre and also in the university I started Let’s Speak English program which meant to teach all the employees (and their family) English.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then after graduation I entered a new life, which I called ‘real’ life, they are working life and marriage life. Frankly speaking this new life take so much space in my mind, so much time, and so much energy that I have little space in my mind, little time and little energy to just contemplate, contemplating my own life or even my surrounding, so that my concern my idealism about society only comes in the format of thoughts, thoughts and thoughts, only little of them come into action, I did still something about it but not much enough to satisfy me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now God give me the chance to feel back the academic life ‘almost’ completely, cause I leave my work and family there in Indonesia, so that the operational activity of being the head of the family do not exist. It created space again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For you who haven’t enter the working and marriage life, you haven’t really feel the real life yet, so you might not have the empathy of it yet. But it surely will come.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, since that you know all this now, and if you want to keep having concern and maintain your idealism when you enter the real life, then you must prepare your self.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-5200434577783403053?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/5200434577783403053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=5200434577783403053&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5200434577783403053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5200434577783403053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/01/how-long-does-your-personal-idealism.html' title='How long does your personal idealism can stand?'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEKNAmDXqI/AAAAAAAAAAk/lx_X0HBILZU/s72-c/idealism.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-5223946826557122594</id><published>2007-01-14T03:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T14:23:06.726-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Yahoo! versus Google, who will win?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEKoAmDXrI/AAAAAAAAAAw/4GJq148kRwA/s1600-h/yuhu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEKoAmDXrI/AAAAAAAAAAw/4GJq148kRwA/s200/yuhu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5021806741965463218" /&gt;&lt;/a&gt;My first email address was using Astaga!.com, and due to some problem with the company I shifted to Hotmail, but then I get to know Yahoo!, and gradually I introduced my yahoo email more then my Hotmail. I enjoy using Yahoo because it’s fast and has a beautiful appearance. But then sometimes back I made a new account, Gmail (Google). At first it was just a curiosity because I found many people using Gmail. But then I am getting enjoy Gmail as well as Yahoo!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The plus point of Yahoo! Is because he is older, so that more people know my Yahoo! then my gmail, and from appearance point of view Yahoo! is still more beautiful for me. But when it comes to attaching file especially which require a big MB then Gmail  is much more convenient. Gmail proud in one of his feature, that they do not put a lot of advertisement on their pages, but for me it is not a big deal, instead for me it is fun to see various ads picture while you are waiting the open page process.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This wold pro to fast things, and those which give more freedom for the user, that’s why I think Gmail will win over yahoo! Yahoo! can bring back the glory if they can be responsive to the global atmosphere.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-5223946826557122594?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/01/yahoo-versus-google-who-will-win.html' title='Yahoo! versus Google, who will win?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/5223946826557122594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=5223946826557122594&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5223946826557122594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/5223946826557122594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/01/yahoo-versus-google-who-will-win.html' title='Yahoo! versus Google, who will win?'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEKoAmDXrI/AAAAAAAAAAw/4GJq148kRwA/s72-c/yuhu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-4473961630566009696</id><published>2007-01-14T03:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T14:23:06.916-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>About a Friend</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEK7wmDXsI/AAAAAAAAAA8/IoGP2YX-_Ys/s1600-h/rude.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEK7wmDXsI/AAAAAAAAAA8/IoGP2YX-_Ys/s200/rude.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5021807081267879618" /&gt;&lt;/a&gt;His name is Z, 19 years old boy. We live in the same hostel, he is a new comer in this hostel. When I first saw him I noticed one thing, that the way he walk is like Bronx gangster style of walking. Some other hostel friend used to come to me and tell about his behavior which they call rude, selfish, and doesn’t mingle with anybody. Gradually almost all the hoteliers from my hostel wing (there are 2 wings in my floor) reported to me his unfriendly behavior. I came late to hostel, I just finished my vacation in Depok, so that’s why I do not know him well.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hearing all this then I tried to observe him more intensely, then I came to know that he doesn’t speak English well, he likes basketball very much, and practice basketball on every afternoon in Jamia Ground.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then I started my ‘treatment’ to him. My goal was to make him mingle with everyone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because he doesn’t speak English well, so whenever I meet him I try to communicate with him in a simple way, just ‘hi’ or ‘hello’, I do not want to say a so long sentence that he can’t understand me, and make him not reply me. My first ‘hi’ answered by him  by nodding up his head, ‘good’ I thought, after a few times he began to answer me by hi or hello, not a longer conversation yet but it was progressing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One day I asked him to play basketball together and he looked so surprised and said yes. Then on the next day I asked my Afghanistan and Vietnamese friend to join me and Z to play basketball, so we play together. In fact that Z play very well. The Games make us relax and enjoy, gradually after that day Z become closer to three of us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t judge a book by it’s cover, that’s the popular proverb. After getting to know each other I found soft part of him, that he loves his mom very much. One day he asked me to take his picture using my digital camera, because he want to sent the picture to his mom, he said his mom has been very worried about his condition, and he asked me to make him look fat on the picture so that his mom will feel happy. One other thing is he sent almost all of his scholarship money to his mother and just left some rupees for him self, the amount which forced him to live in a very simple way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, don’t judge a book by it’s cover.. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-4473961630566009696?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/4473961630566009696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=4473961630566009696&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/4473961630566009696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/4473961630566009696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2007/01/about-friend.html' title='About a Friend'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEK7wmDXsI/AAAAAAAAAA8/IoGP2YX-_Ys/s72-c/rude.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-116604076716052219</id><published>2006-12-13T12:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T14:23:07.126-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>L O V E</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEI1gmDXpI/AAAAAAAAAAY/norxHi3OIro/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEI1gmDXpI/AAAAAAAAAAY/norxHi3OIro/s200/love.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5021804774870441618" /&gt;&lt;/a&gt;Love is all actions that a person undertakes to promote happiness and growth in the being he or she loves. Jourard (1980).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is a feeling and behavior toward an entity, usually a person but also an idea or a thing (as in love of one’s country). It is intense or of high degree of passion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love includes the intense desire and acts intended for that entity’s well being or highest level of existence. The existence of the beloved is valued equal to that of the lover’s own.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Love includes the intention and desire to be present and intimately with that entity in almost all conditions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love in its fullest realization, it is experienced as required – the beloved carriers out similar feelings and acts for the lover.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinds of Love&lt;br /&gt;John lee (in Jourard) identified three primary styles of loving :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eros, a kind of love that search for the perfect lover&lt;br /&gt;Ludus, a kind that view love as pleasant pastime&lt;br /&gt;Storage, one that believe that love develops slowly and naturally&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factors Produce Error in Choosing The Love One&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chronic Needs. Individuals in hunger of particular needs will blindly seek for immediate satisfaction to fulfilled it. They do not remember that needs have layers, needs is like a ladder in which after you step on the first tap, the next tap is await. They do not realize he would have other needs and values that will become important when the present needs have been satisfied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.g. a girl who never felt the love of her father (because the father has passed away when she was a child) might search for a man with ‘the father’ criteria, she need father figure badly, after marrying the father figure she might than realize that having a partner whom you can discuss plenty of things is also an important thing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lack of Self-Knowledge. A person who is alienated from their self will not know what they need to make their self happy or to make them grow. They will give a wrong criteria for -the love to be- one. After marrying a woman for example, a man might suddenly think, ‘how can I marry this girl?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lack of Knowledge of The Loved One. Before married, people might think that they already know their boy friend or girl friend very well. But one should remember that on dating phase people tend to faking good, they tend to show only the positive side of their self, and this will not give enough knowledge about their self to their partner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before choosing your partner, examine yourself with the three factors above, may you will choose the right one. Remember! the right one doesn’t have to be the most.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-116604076716052219?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/116604076716052219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=116604076716052219&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/116604076716052219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/116604076716052219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/12/l-o-v-e.html' title='L O V E'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEI1gmDXpI/AAAAAAAAAAY/norxHi3OIro/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-116520705916736579</id><published>2006-12-03T20:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T14:23:07.362-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Boy or Girl? :: Cowok atau Cewek?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEHtwmDXoI/AAAAAAAAAAM/PySuKpkkE6Y/s1600-h/tomtom.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEHtwmDXoI/AAAAAAAAAAM/PySuKpkkE6Y/s200/tomtom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5021803542214827650" /&gt;&lt;/a&gt;Yesterday's head line of Times of India (3rd Dec 2006) is bothering my mind. Under the title of BOY OR GIRL? BE WHAT YOU WANT - Cross dressing children get support as doctors, educators in US redefine 'Normal'. It is said that 'advocates gain ground for what they call gender identity rights', 'children as young as five who display predispositions to dress like the opposite sex are being supported by a growing number of young parents, educators and mental health professionals'. See how the world has moving forward or is it backward?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I think this idea is too premature to be legalized, a proper research should first be conducted, the positive and negative effect should be studied. How can you let children by 5 'choose' their gender identity? Do they already have the capacity think that much? Supposed we assume that children have it, how would they cope with the staring eyes? Even he will become a target of bullying, then you'll argue that it's just a matter of time, when the socialization of the new rule've been done, and the society accept this, then there will be no more staring eyes? Yup, but then untill the time has come how many victims should we sacrifice?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I will tell you a research conducted by my friend, IGAA Jacky Viemilawati. The aim of her reseach was to see how the children of interfaith parents grow their religion identity. She used a qualitative approach on 5 adolescent of interfaith parents. The interfaith combination was varied, i.e Muslim-Christian, Hindu-Muslim, Catholic-Hindu. And in fact that all of these parents are so called modern-tolerance-open minded, that neither of the couple force their religion to be followed by their children. So, they let their children choose their religion since they are babies, in the name of tolerance to the pair.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;And this 'freedom to choose' have negatively affected the children's, they grow up in confusion, a simple thing like attending a religion class at school become a nightmare for them, a simple chat about religion make them nervous. There was one statement of one of the research subject which make me very sad, shows how much burden they have on their shoulder, 'When I was a child, I came to Buddhism temple, Hinduism temple, Church, unfortunately there was no mosque in my surrounding, if only there was, then I would have been able to read Al- Quran'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I think, gender identity should be teach according to their biological gender, at least until they have reached adolescent stage, in which this is also debatable. Do not give children choices for something beyond their capacity, gender or religion identity is something big. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;br /&gt;Papanya Fiori&lt;/strong&gt; (Btw Fiori hari ini ulang tahun lho... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-116520705916736579?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/116520705916736579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=116520705916736579&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/116520705916736579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/116520705916736579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/12/boy-or-girl-cowok-atau-cewek.html' title='Boy or Girl? :: Cowok atau Cewek?'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/RbEHtwmDXoI/AAAAAAAAAAM/PySuKpkkE6Y/s72-c/tomtom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-116117775274322217</id><published>2006-10-18T06:22:00.000-07:00</published><updated>2006-10-18T06:32:38.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Characteristic of Indonesian :: Sifat Orang Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/dian.2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/dian.2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Many times I have read and heard about the negative label given to Indonesian people. These are some of them :&lt;br /&gt;.: Lazy&lt;br /&gt;.: Hypocrite&lt;br /&gt;.: Easily jealous&lt;br /&gt;.: Only think about their self&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The question is then what is the basis for all those claims? Is it base on subjective personal experience? or objective research finding? If it is based  on research, then is the research valid? Has it been done under correct method? Does the sample represent the Indonesian people in general? Has it been taken from all provinces in Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;One thing, it is not easy to make a generalization about something. It should have been conducted under a correct, valid research. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second thing, if these statement was made during a casual, informal daily conversation between friends, then it is okay. But it will be very different if it was spoken to many people in a formal occasion, for example when you say it in conference, speech in which many people listen to you, and worst if it is covered by mass media. Because it will reach every corner of the country, even every corner of the world. Especially if these kind of unreliable statement made by public figure, then widespread this news will be delivered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Negative Effect&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;When the reader is foreigner, then it will be one very negative advertisement about Indonesia. A businessman who plan to invest in Indonesia might gonna cancel his plan. And even worse if uncritical Indonesian read this, he/she will believe that they are naturally negative people, and it will effect to their self confidence. One thing we should remember, the tendency of people is to believe that what they read or heard from news it the truth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, my suggestion is for public figures, please be careful when you make statement, as it might have long term negative effect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, I invite anybody, if you ever heard any proper research conducted about the characteristic of Indonesian people, please inform me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-116117775274322217?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/116117775274322217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=116117775274322217&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/116117775274322217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/116117775274322217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/10/characteristic-of-indonesian-sifat.html' title='Characteristic of Indonesian :: Sifat Orang Indonesia'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-116012913420539971</id><published>2006-10-06T01:51:00.000-07:00</published><updated>2006-10-07T06:58:09.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>Self Talk : Applied Psychology</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/self%20talk.9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/self%20talk.9.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Self talk is a conversation which take place in your mind, it is between you and your self, it is all the comments 'you' raise to your self. We are actually very much close with self talk, as we do it all the time. For example when you see a beautiful girl, you will say (in your mind) 'Oh my God, elle est tres jollie..', or when you read your exam paper, you will say "Damn..it's too difficult, I think I'll flunk on this subject', or before giving a speech you will say, 'I will charm the audience with my words..', and so forth. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you are in dilemma, confuse, forced to make a giant decision or about to perform something (especially in front of public), then what you say to your self play a big role in your ability to solve the problematic situation and performance. If positive self talk come to your mind, then you can think clearly, you will be able to perform well, and contrary if it's negative self talk came out, you will perform under stress, and of course the result will not be optimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Positive and Negative Self Talk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;There are two kinds of self talk, namely Positive Self Talk (PST) and Negative Self Talk (NST). PST is supporting by nature, it is the willing to accomplish something, the willing to overcome obstacles, to increase self regard. Meanwhile NST is the opposite, it is unsupporting, the willing to stay in 'safe' condition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Why Some People Have Positive Self Talk, While Some Others Negative? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;It is energize by self confidence. Those self confidence people they view this world positively, challenging, have to be conquer. And if we ask where these confidence come from? Then it is rooted from your childhood. How your first environment (parents, maid, sibling, teachers, television, etc) treat you, educate you, show you, all play a big role in shaping your mind. They influence how you think about your self, how you think about this world. So, parents be careful..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Do You Tend to Have Positive or Negative Self Talk?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Basically we have positive and negative self talk, but it you quantify, which one has bigger proportion? Which one tend to come up more frequently? The more one is thus your tendency. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Which one are you??&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For The Positive Self Talker, congratulations!! You are on the right track, conquer this world, reach the optimum level of your capability!! For The (present) Negative Self Talker, congratulation that you have read this article!! Now you know your self better, now you know where you can start to improve your self from!! From now on, when you get up from sleep, the first thing come to your mind will be : Life is Beautiful, I'll do my best in everything today, I'll conquer this day!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Magic words:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;.: When you are not sure about your ability to do something, then say to your self &lt;br /&gt;"I CAN DO IT!!" &lt;br /&gt;"If other people can do it, so I must be able to do it too!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-116012913420539971?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/116012913420539971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=116012913420539971&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/116012913420539971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/116012913420539971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/10/self-talk-applied-psychology.html' title='Self Talk : Applied Psychology'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-115708391782182154</id><published>2006-08-31T21:00:00.000-07:00</published><updated>2006-09-01T06:15:03.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>Typhoid</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/images.1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/images.1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;What is typhoid fever?&lt;br /&gt;Typhoid fever is an infection of the intestines which spreads to the blood and other parts of the body. It is caused by the bacteria, Salmonella typhi. In 2001, there were 48 cases reported among New York City residents (rate of 0.7 cases per 100,000 persons). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Who gets the disease?&lt;br /&gt;Anyone can get typhoid fever, but the greatest risk is to travelers visiting countries where the disease is common. Occasionally, local cases can be traced to exposure to a person who is a chronic carrier. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How is the typhoid fever germ spread?&lt;br /&gt;Typhoid germs are passed in the stool (feces) and, to some extent, the urine of infected people. The germs are spread by eating or drinking water or foods contaminated by stool (feces) from an infected person. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What are the symptoms of typhoid fever?&lt;br /&gt;Symptoms may be mild or severe and may include fever, headache, constipation or diarrhea, rose-colored spots on the trunk, and an enlarged spleen and liver. Relapses are common. Fatalities are less than 1% with antibiotic treatment. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How soon after infection do symptoms appear?&lt;br /&gt;Symptoms generally appear one to three weeks after exposure. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For how long can an infected person carry the germ?&lt;br /&gt;The carrier stage varies from a number of days to years. Only about 3% of cases go on to become lifelong carriers of the germ, and this tends to occur more often in adults than children. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How is typhoid fever diagnosed?&lt;br /&gt;Typhoid fever is diagnosed by isolating the bacteria from a patient's stool or blood. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How is typhoid fever treated?&lt;br /&gt;Specific antibiotics such as ampicillin or ciprofloxacin are often used to treat typhoid fever. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Should an infected person be isolated or excluded from work or school?&lt;br /&gt;Since the typhoid bacteria are in the stool (feces), only people with active diarrhea who are unable to control their bowel habits (e.g., infants, young children, certain handicapped individuals) should be isolated. Most infected people may return to work or school when their stools become formed as long as they carefully wash their hands after using the toilet. Food handlers, health care workers, and children in day care must obtain the approval of the Health Department before returning to their routine activities. This requires follow-up stool testing to be sure that they are no longer infectious. Since infected persons may shed the bacteria for months to years, the Health Department requires repeat stool testing for at least 3 months for all patients with typhoid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How can typhoid fever be prevented?&lt;br /&gt;A vaccine is available but is generally reserved for people traveling to internationally to countries where significant exposure may occur. Strict attention to food and water precautions while traveling to such countries is the most effective preventive method. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People traveling to countries where typhoid is endemic should exercise the following precautions: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Avoid drinking tap water unless it has been boiled. &lt;br /&gt;• Only eat foods that have been thoroughly cooked. Fruits and vegetables can be eaten if you have peeled them yourself. &lt;br /&gt;• Avoid eating fruits and vegetables that have not been cooked or pealed such as salads. &lt;br /&gt;• Avoid undercooked or raw fish or shellfish. &lt;br /&gt;• Avoid eating foods or beverages from street vendors or food service establishments where the sanitary conditions appear poor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.uft.org/member/workplace/environmental/disease/Typhoid/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta:Memasuki musim pancaroba, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tipus yang merebak dalam kondisi lingkungan yang sangat buruk. "Paling banyak peralihan dari musim hujan ke musim kemarau," kata Natsir Nugroho, Direktur Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi, Jumat (26/3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan penyakit tipus, menurut Natsir, karena faktor lingkungan yang jelek pada saat tersebut. Biasanya penyakit ini terjadi sepanjang tahun, namun karena perubahan lingkungan menyebabkan terjadinya peningkatan. "Selama lingkungan tidak dijaga maka penyakit ini akan muncul terus," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit tipus atau yang dikenal dengan demam tifoid ini merupakan infeksi akut usus halus yang disebabkan bakteri Salmonella Typhy. Kuman ini masuk ke tubuh manusia melalui makanan dan air yang tercemar. Salah satu pencegahannya, kata Natsir, adalah dengan menjaga kebersihan. "Mencuci tangan sebelum makan atau mencuci bersih sayur-sayuran yang dimakan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah sakit yang dipimpinnya, menurut Natsir, belum ada peningkatan pasien akibat penyakit ini. Sejauh ini baru ada dua perawat yang terkena penyakit ini. Mereka tertular dari pasien yang terkena penyakit tipus sebelumnya. Ia memprediksikan peningkatan penyakit ini akan terjadi pada bulan depan. "Penyakit ini memang masuk lima besar di rumah sakit (saya)," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Koja Etty Sumiyeti mengatakan jumlah pasien di tempatnya juga belum mengalami peningkatan. Saat ini jumlah pasien yang terdaftar 23 orang. "Jumlah pasien ini memang statis," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut juru bicara Dinas Kesehatan DKI Evy Zelfino, jumlah penderita tipus di Jakarta naik-turun dalam tiga bulan terakhir. Pada Januari lalu tipus menyerang sedikitnya 685 orang, pada Februari naik drastis menjadi 1.156 orang, dan pada Maret turun menjadi 884 penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evy mengatakan penyakit yang muncul akibat buruknya perilaku hidup bersih sebagian warga itu selalu muncul setiap awal tahun. Buktinya, Evy membacakan catatannya, pada Januari 2003 penderita tipus ada 168 orang, bulan Februari meningkat 565 orang, dan meningkat menjadi 747 orang pada Maret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pencegahan, kata Evy, sudah dilakukan, antara lain penyuluhan cara hidup bersih ke seluruh lapisan warga. “Termasuk ke pedagang makanan kaki lima yang dagangannya kurang terlindungi dari penyebaran bakteri,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyuluhan dan pembinaan, kata Evy, kurang mengena jika tidak dibarengi keinginan hidup bersih dan sehat warga sendiri. Dia mengimbau warga agar dalam mengkonsumsi makanan yang benar-benar bebas bakteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan minuman, harus dari sumber air yang bersih dan direbus sampai mendidih. “Tanpa perilaku hidup sehat, bakteri tipus akan mudah hinggap ke tubuh kita,” katanya. “Apalagi di saat pergantian musim sekarang ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2004/03/26/brk,20040326-21,id.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenali gejala tipus (thypus abdominal atau typhoid fever) yang tergolong berat dan berbahaya. Gejala awalnya perlu dikenali sebelum terlambat diobati. Selain itu, tipus kasus infeksi perut yang banyak di sini. Diawali demam lebih dari seminggu. Mulanya seperti orang mau flu. Bedanya, demam tipus umumnya muncul sore dan malam hari. Tidak disertai gejala batuk pilek. Demamnya sukar turun walau minum obat dan disertai nyeri kepala hebat. Perut terasa tidak enak, dan tidak bisa buang air beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada paratipus - jenis tipus yang lebih ringan - mungkin sesekali mengalami buang-buang air . Jika diamati, lidah tampak berselaput putih susu, bagian tepinya merah terang. Bibir kering, dan kondisi fisik tampak lemah, serta nyata tampak sakit. Jika sudah lanjut, mungkin muncul gejala kuning, sebab pada tipus organ hati bisa membengkak seperti gejala hepatitis. Pada tipus limpa juga membengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuman tipus tertelan lewat makanan atau minuman tercemar. Bisa jadi sumbernya dari pembawa kuman tanpa ia sendiri sakit tipus. Kuman bersarang di usus halus, lalu menggerogoti dinding usus. Usus luka, dan sewaktu-waktu tukak tipus bisa jebol, dan usus jadi bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini komplikasi tipus yang paling ditakuti. Komplikasi tipus umumnya muncul pada minggu kedua demam. Yaitu jika mendadak suhu turun dan disangka sakitnya sudah menyembuh, namun denyut nadi meninggi, perut mulas melilit, dan pasien tampak sakit berat. Kondisi begini membutuhkan pertolongan gawat darurat, sebab isi usus yang tumpah ke rongga perut harus secepatnya dibersihkan. Untuk tahu benar kena tipus harus periksa darah. Setelah minggu pertama demam tanda positif tipus baru muncul di darah (Uji Widal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tes Widal negatif padahal pasien menunjukkan gejala tipus, tes perlu diulang sambil menunggu tes Gaal atau biakan kuman. Tanpa tes Widal diagnosis tipus tidak bisa ditegakkan hanya dari pemeriksaan fisik dan melihat gejalanya semata. Penyakit tipus mudah disembuhkan. Jika tak mempan obat konvensional golongan chloramphenicol, kini sudah ada beberapa generasi obat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah Rawat Inap? Jika kondisi pasien tidak berat, dan penyakitnya masih awal, yaitu sudah didiagnosis sebelum demam lebih dari 3 minggu, umumnya masih bisa dirawat di rumah. Namun mesti diawasi jika mendadak suhuturun, nadi meninggi, dan perut mulas melilit. Makanan tak selalu harus lunak, asal jangan jenis yang merangsang. Waspadai jika buang air ada darahnya, tanda awal usus jebol, dan demamnya muncul lagi, dan kondisi pasien cepat menurun setelah sebelumnya tampak menyembuh. Tipus bisa kambuh. Tandanya, demam yang sama muncul lagi setelah mereda. Kemungkinan kuman tipusnya tersasar ke kandung empedu. Tipus begini biasanya lebih sukar disembuhkan. Sebagian dari kasus tipus menjadi pembawa kuman tipus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembawa kuman ini berbahaya jika profesinya pramusaji atau orang yang kerjanya menyiapkan makanan dan minuman jajanan (food handler). Sekarang tipus bisa dicegah dengan imunitas tipus. Penyakit tipus di Indonesia masih banyak. Mereka yang punya risiko tertular, tidak salahnya ikut vaksinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.tempo.co.id/kliniknet/artikel/2002/18032002-1.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-115708391782182154?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/115708391782182154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=115708391782182154&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/115708391782182154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/115708391782182154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/08/typhoid.html' title='Typhoid'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-115700243700650440</id><published>2006-08-30T22:17:00.000-07:00</published><updated>2006-10-04T05:22:58.276-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>Pray For My Baby Please</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/IMG_0553.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/IMG_0553.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Yesterday afternoon I called my wife several times, but she didn't pick up the phone. Evening, again I called her. "Hello honey, I miss you..." "Me too", she replied. "Where are you now?" as I found some unusual sound. Her answer then was more like a whisper "In hospital". Astagfirullah...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My kid is having typhoid, her temperature reached 39.5. She is now in hospital. I hope she will recover soon. Pray for my baby please...thank you&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-115700243700650440?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/115700243700650440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=115700243700650440&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/115700243700650440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/115700243700650440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/08/pray-for-my-baby-please.html' title='Pray For My Baby Please'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-115694790805434259</id><published>2006-08-30T06:05:00.000-07:00</published><updated>2006-10-04T05:28:32.606-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Shelter For Old People</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/images.6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/images.6.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;As one of our compulsory task, we were asked to do a field work in any organisation inwhich our knowledge in psychology can be used. Some of my friends went to hosptal, NGO's for street children, AIDS, and so forth. Me, I chose the shelter for old people. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The shelter I visited is located in Jalan Bina Marga RT.009/02 No.58 Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung, east Jakarta. The shelter has 5 barracks, in each of the barracks live approximately 14 people. One barrack is for male, and the rests are for female.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I for the first time enter the female barrack, I saw many grandma lied down on bed, when Mr.Asep (local staff) introduced me as atudent who want to have a little chit chat with them, I saw a light in their eyes. Mr.Asep told me that the grandma are very pleased to meet new person for they can have new friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then the interview began. I talked to 32 people. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After talking with them, I found that majority of them stay there because they have nobody to take care of them. The reason I heard most is because they have no children, second most because of divorce. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mostly they are very sad that they have to live in a shelter, if they may choose they prefer to be take care of by their families. But the fact is they have no families. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Like Mak Ijah, she came from Sukabumi, now she and her husband live in shelter. "If I may choose, of course I would love to be surrounded by my family by this age, but what to do?? I am the youngest in my family, all my brother and sister are already passed away, and we had no children". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Or Mr Abdul Muin, He married and have children, but because he kept on sick, and make him unable to earn money fot the family, and he said that his wife had enough with the situation and divorce him. He had no home to live and make him stay in mosque, till the Head of the area (RT) sent him to shelter. He now feel better, cause he can eat three times a day, and focus in religious things.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;some things I got from this visit are:&lt;br /&gt;1. Some people decide not to get married, then they won't have children who will take care of them as they grow old. Unless they have a very reasonable reason, it's better to get married.&lt;br /&gt;2. Please avoid divorce as hard as possible, for it'll endanger you and your big family.&lt;br /&gt;3. Some people just don't want to have babies. They are making a big mistake!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear friends, if you have time, come to such a place, our visit and little chit chat means a lot fot them. Beside shelter for old people, there are also shelter for babies, children, teenagers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-115694790805434259?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/115694790805434259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=115694790805434259&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/115694790805434259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/115694790805434259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/08/shelter-for-old-people.html' title='Shelter For Old People'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114836008603344910</id><published>2006-05-22T21:19:00.000-07:00</published><updated>2006-09-29T22:03:58.596-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Contemplation</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/kontemplasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/kontemplasi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;I was around 20 year of age at the time. And I don't know from where it come from, it's like came out of the blue, my mind was bombed with so many question about life. I asked my self, why are you here? why have God sent you to this earth? Is Islam the right choice? Does God really exist? What is the purpose of your life?  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was such big big questions, some questions even made me feel guilty to think about, because I was born in Muslim family, with strong ritual activities, like every day after maghrib pray, we used to always read Qur'an together with all family members. Born within such a strong Islamic culture made me felt guilty to question about His existence. But then I justified it by think that God has created me with this brain, of course to be utilized, I thought God would be very disappointed in me if do not use my brain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Those thoughts brought me to philosophy books, fortunately my brother studied this subject for his graduation so that it wasn't hard for me to fulfil my desire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was is in the contemplation for quite some time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Until then I think and feel that the goal of my life is ‘to be beneficial for others’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since then every step I make, every act I do, every thought I think is ‘hopefully’ on that path.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After getting to know with psychology, than I come to know that what had happened to me was not a peculiar thing. Erik Eriksson said in his psychosocial theory that people under the young adulthood of age, will be there. The exact age is different person to person, to some it’s by their 20’s, 21, 22, 23. It depends on people’s moral maturity, and their life experiences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How about you? When did it happen to you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114836008603344910?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114836008603344910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114836008603344910&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114836008603344910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114836008603344910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/05/contemplation.html' title='Contemplation'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114698062717190530</id><published>2006-05-06T22:35:00.000-07:00</published><updated>2006-05-06T22:43:47.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Optimists Live Longer</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/optimis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/optimis.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Optimists get the last laugh, according to a new study that shows their hearts stay healthy longer than those of grumps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People who described themselves as highly optimistic a decade ago had lower rates of death from cardiovascular disease and lower overall death rates than strong pessimists, the research found.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Major depression was already a known risk factor for heart problems, Any possible connection between a positive outlook and the chance of dying hadn't been well studied, however.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nine years ago a study group -- 999 men and women aged 65 to 85 -- completed a questionnaire on health, self-respect, morale, optimism and relationships. Since then, 397 of them have died.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimistic participants had a 55 percent lower risk of death from all causes and 23 percent lower risk of death from heart failure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do men benefit more?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The work, announced today, was led by Erik Giltay of the Psychiatric Center GGZ Delfland, in The Netherlands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimism might work better at protecting men than women against all causes of death, the study also found.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We have no clear idea" why, Giltay told LiveScience, "and it would be very interesting to further study such differences." One possible explanation of the difference, he said, is that the study's ability to detect differences was larger in men because more men died.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimism protected men and women equally against heart-related death among the study members. Heart disease is the number one killer of women: One in three women dies from it, according to the National Heart, Lung and Blood Institute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bad habits of grouches&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giltay's team notes that pessimistic people may be more prone to developing habits and problems that cut life short, such as smoking, obesity and hypertension.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A predisposition toward optimism seemed to provide a survival benefit in elderly subjects with relatively short life expectancies otherwise," the researchers write in the November issue of journal Archives of General Psychiatry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Could people change their dispositions if they knew it might keep their tickers going? That would be "an intriguing question to be addressed in future research," Giltay said by email. "It is, however, assumed that optimism is partly a part of one's nature [or personality], and this should also be studied further."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Further research would also be needed to show whether optimism is similarly good for younger people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From : www.livescience.com&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114698062717190530?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114698062717190530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114698062717190530&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114698062717190530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114698062717190530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/05/optimists-live-longer.html' title='Optimists Live Longer'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114412751614283801</id><published>2006-04-03T22:10:00.000-07:00</published><updated>2006-05-06T22:46:44.796-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Professor John Mearsheimer and Stephen Walt</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/israel.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/israel.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Two top U.S. scholars recently published a research paper that strongly criticizes the role and power of the U.S.’s pro-Israel lobby, warning that its “decisive” role in igniting the Iraq War is now being repeated with the threat of action against Iran, according to the United Press International. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor John Mearsheimer of the University of Chicago, author of "The Tragedy of Great Power Politics" and Professor Stephen Walt of Harvard's Kenney School, and author of "Taming American Power: The Global Response to U.S. Primacy," are leading political scientists in the United States.  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The scholars say that the pro-Israel lobby in the U.S. is so strong, that they doubt that their article would be published in any U.S.-based publication. They warned in the article that the Israeli lobby in the U.S. has helped exaggerate to the American media and public the importance of making the protection of Israel a key part of the U.S. foreign policy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most powerful force in the Lobby is AIPAC, the American-Israel Public affairs Committee, which Walt and Mearsheimer describe as a “de facto agent for a foreign government," and which they say has now forged an important alliance with evangelical Christian groups. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silencing skeptics”&lt;br /&gt;The research, which has been strongly criticized by Israel supporters, argues that the pro-Israel lobby distorted the U.S. policy, and acts against its interests. It also says that the Lobby works hardly to prevent the questioning of its role, to suppress its critics and eliminate serious debate about the U.S. support of Israel.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silencing skeptics by organizing blacklists and boycotts -- or by suggesting that critics are anti-Semites -- violates the principle of open debate on which democracy depends," Walt and Mearsheimer wrote in the 81-page paper published in the latest issue of The London Review of Books. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The inability of Congress to conduct a genuine debate on these important issues paralyses the entire process of democratic deliberation. Israel's backers should be free to make their case and to challenge those who disagree with them, but efforts to stifle debate by intimidation must be roundly condemned," they added. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The authors also cited incidents when pro-Israel groups attacked American Jews who advocated a different approach to the U.S. policy in the Middle East. “When Edgar Bronfman, president of the World Jewish Congress, wrote a letter to President Bush expressing his opposition to the "security wall," and asking that the U.S. put pressure on Israel to stop construction, he was accused of "perfidy" by leading figures in the Lobby,” they wrote.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Strategic burden” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The article also questions the relation between the U.S. and Israel, and explores the historical role of the Lobby. "For the past several decades, and especially since the Six-Day War in 1967, the centerpiece of U.S. Middle Eastern policy has been its relationship with Israel," it says. "The combination of unwavering support for Israel and the related effort to spread 'democracy' throughout the region has inflamed Arab and Islamic opinion and jeopardized not only U.S. security but that of much of the rest of the world. This situation has no equal in American political history. Why has the U.S. been willing to set aside its own security and that of many of its allies in order to advance the interests of another state?"  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The thrust of U.S. policy in the region derives almost entirely from domestic politics, and especially the activities of the 'Israel Lobby'. Other special-interest groups have managed to skew foreign policy, but no lobby has managed to divert it as far from what the national interest would suggest, while simultaneously convincing Americans that U.S. interests and those of the other country - in this case, Israel -- are essentially identical," Walt and Mearsheimer wrote. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The professors also argue that far from being a strategic asset to the U.S., Israel is “becoming a strategic burden" and "does not behave like a loyal ally." They also believe that Israel is now "a liability in the war on terror and the broader effort to deal with rogue states.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saying that Israel and the U.S. are united by a shared terrorist threat has the causal relationship backwards: the U.S. has a terrorism problem in good part because it is so closely allied with Israel, not the other way around," they said. "Support for Israel is not the only source of anti-American terrorism, but it is an important one, and it makes winning the war on terror more difficult. There is no question that many al-Qaeda leaders, including Osama bin Laden, are motivated by Israel's presence in Jerusalem and the plight of the Palestinians. Unconditional support for Israel makes it easier for extremists to rally popular support and to attract recruits."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The authors also question the argument that Israel deserves U.S. support as the only democracy in the Middle East, arguing that  “some aspects of Israeli democracy are at odds with core American values… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They wrote that “Israel was explicitly founded as a Jewish state and citizenship is based on the principle of blood kinship. Given this, it is not surprising that its 1.3 million Arabs are treated as second-class citizens." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iraq War&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The research paper strongly focuses on the role of the "neo-conservatives" within the Bush administration in driving the decision to launch the Iraq War. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It says that "the main driving force behind the war was a small band of neo-conservatives, many with ties to the Likud…Given the neo-conservatives' devotion to Israel, their obsession with Iraq, and their influence in the Bush administration, it isn't surprising that many Americans suspected that the war was designed to further Israeli interests." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The neo-conservatives had been determined to topple Saddam even before Bush became president. They caused a stir early in 1998 by publishing two open letters to Clinton, calling for Saddam's removal from power. The signatories, many of whom had close ties to pro-Israel groups like JINSA (Jewish Institute for National Security Affairs) or WINEP (Washington Institute for Near Eastern Policy), and who included Elliot Abrams, John Bolton, Douglas Feith, William Kristol, Bernard Lewis, Donald Rumsfeld, Richard Perle and Paul Wolfowitz, had little trouble persuading the Clinton administration to adopt the general goal of ousting Saddam. But they were unable to sell a war to achieve that objective. They were no more able to generate enthusiasm for invading Iraq in the early months of the Bush administration. They needed help to achieve their aim. That help arrived with 9/11. Specifically, the events of that day led Bush and Cheney to reverse course and become strong proponents of a preventive war," Walt and Mearsheimer said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The bulk of the research paper analyzes the way the lobby managed to change the Bush administration's policy from "halting Israel's expansionist policies in the Occupied Territories and advocating the creation of a Palestinian state" and divert it to the war on Iraq instead. It says that "Pressure from Israel and the Lobby was not the only factor behind the decision to attack Iraq in March 2003, but it was critical." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Thanks to the lobby, the United States has become the de facto enabler of Israeli expansion in the Occupied Territories, making it complicit in the crimes perpetrated against the Palestinians," and conclude that "Israel itself would probably be better off if the Lobby were less powerful and U.S. policy more even-handed."&lt;br /&gt;From : www.aljazeera.com. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114412751614283801?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114412751614283801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114412751614283801&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114412751614283801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114412751614283801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/04/professor-john-mearsheimer-and-stephen.html' title='Professor John Mearsheimer and Stephen Walt'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114356605418365730</id><published>2006-03-28T08:43:00.000-08:00</published><updated>2006-03-28T10:19:44.520-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>A Song From La' ku</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/chrisye.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/chrisye.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;RESAH&lt;/u&gt;                         &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;by Chrisye&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resah rintik hujan&lt;br /&gt;Yang tak mungkin menemani&lt;br /&gt;Sunyinya malam ini&lt;br /&gt;Sejak dirimu jauh dari pelukan&lt;br /&gt;Selamat jalan kekasih&lt;br /&gt;Kejarlah cita-cita&lt;br /&gt;Jangan kau ragu tuk melangkah&lt;br /&gt;Demi masa depan&lt;br /&gt;Dan segala kemungkinan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau risaukan&lt;br /&gt;Airmata yang jatuh membasahiku&lt;br /&gt;Harusnya kau mengerti&lt;br /&gt;Sungguh besar artimu bagi hidupku&lt;br /&gt;Selamat jalan kekasih&lt;br /&gt;Kejarlah cita-cita&lt;br /&gt;Jangan kau ragu tuk melangkah&lt;br /&gt;Suatu hari nanti kita kan bersama lagi&lt;br /&gt;Bersama lagi&lt;br /&gt;Kita berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resah rintik hujan&lt;br /&gt;Yang tak henti menemani&lt;br /&gt;Sunyinya malam ini&lt;br /&gt;Sejak dirimu jauh dari pelukan&lt;br /&gt;Selamat jalan kekasih&lt;br /&gt;Kejarlah cita-cita&lt;br /&gt;Jangan kau ragu tuk melangkah&lt;br /&gt;Demi masa depan dan segala kemungkinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang harus kau ragukan&lt;br /&gt;Segalaku untukmu&lt;br /&gt;Walau kini kita berpisah&lt;br /&gt;Suatu hari nanti&lt;br /&gt;Kitakan bersama lagi&lt;br /&gt;Bersama lagi&lt;br /&gt;Kita berdua&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114356605418365730?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114356605418365730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114356605418365730&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114356605418365730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114356605418365730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/03/song-from-la-ku.html' title='A Song From La&apos; ku'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114348056865989342</id><published>2006-03-27T09:29:00.000-08:00</published><updated>2006-03-27T19:41:24.930-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>21 February 2004</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/marriage.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/marriage.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Today, a friend name Hanum has sent her invitation message telling that she is gonna married on next third of april. This wedding invitation bring back the memories of my marriage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was a perfect wedding party for me. Everything was just so well prepared. Thanks to all my families and relatives for arranging such a beautiful party. At the party I sang a song, it's &lt;a href="http://www.radioblogclub.com/search/0/fly_me_to_the_moon"&gt;FLY ME TO THE MOON&lt;/a&gt;, I dedicate the song for my wonderful wife.&lt;span class="fullpost"&gt; After that we sang together the song LET IT BE ME.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was 2 years ago, now we have our lovely Fiori around us. She has made our life so meaningful, knowing that you have facilitated the existance of a new born human being is just an super duper extra ordinary feeling. She is the apple of our eyes. I love you my Fiori, I love you my Voila.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114348056865989342?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114348056865989342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114348056865989342&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114348056865989342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114348056865989342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/03/21-february-2004.html' title='21 February 2004'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114346700163228637</id><published>2006-03-27T05:36:00.000-08:00</published><updated>2006-03-27T10:17:56.533-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>Quick Study Centre (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/children.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/children.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; November tahun 1999, aku memulai sejarah buat diriku sendiri, aku berusaha mewujudkan impianku, mendirikan sebuah lembaga kursus bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu yang ada difikiranku aku mempunyai sebuah metode pembelajaran bahasa asing yang sangat efektif, sebuah metode yang aku alami sendiri ketika aku mempelajari bahasa Belanda. Metodenya sebenarnya sangat sederhana, intinya adalah dengan memfasilitasi siswa agar semudah mungkin menghafal kata-kata baru dalam bahasa Belanda. Waktu itu aku belajar bahasa Belanda dari cerita-cerita sederhana yang disusun sedemikian rupa dan dimulai dari bahasan perkenalan. Mengenai metode pembelajaran akan dibahas nanti. Dari ide metode belajar bahasa dengan cepat ini muncul keinginan yang sangat kuat agar banyak orang lain yang ikut mencicipi kehandalannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin lembagaku membuka program bahasa-bahasa asing yang sering digunakan dalam pergaulan internasional. Maka ditetapkan program-programnya adalah bahasa Arab, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, Perancis. Diantara semua bahasa itu aku menguasai bahasa Belanda, dan program selebihnya aku harus merekrut teman-teman, untuk itu aku memasang iklan diberbagai tempat, di Koran Kompas dan di kampus-kampus yang ada program bahasanya, seperti Universitas Indonesia, IKIP rawamangun (sekarang Universitas Negeri Jakarta). Tak sampai seminggu ratusan surat lamaran mengalir ke alamat lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memasang iklan ada satu fase penting yang terjadi, penetuan nama lembaga. Karena untuk memasang iklan aku harus mencantumkan nama lembaga. Tidak mudah menentukan nama lembaga, karena nama ini sekali ditentukan akan dipakai selamanya, tidak bisa trial error, harus dengan one shot. Untuk menentukan nama terlebih dahulu aku menentukan kriteria nama tersebut, saat itu yang ada dipikiranku namanya harus memenuhi unsur :&lt;br /&gt;1. Namanya harus mudah diingat&lt;br /&gt;2. Namanya mengglobal&lt;br /&gt;3. Pendek, hanya terdiri maksimum 6 huruf. Supaya kalau dipasang dibillboard tulisannya bisa besar-besar.&lt;br /&gt;4. Punya arti yang related dengan lembaga pendidikan&lt;br /&gt;5. Punya arti yang related dengan metode pembelajaranku, yaitu metode cepat belajar bahasa, dan sebisa mungkin artinya cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu yang ada dalam pilihan adalah, Quantum, Quick, Fast. Setelah memasuki babak penyisihan awal, nama Fast akhirnya tereliminasi, karena sudah ada lembaga bahasa yang menggunakannya. Aku suka nama Quantum yang artinya lompatan, arti kata ini sebenarnya masuk ke kategoriku, tetapi kata ini tidak langsung terasosiasi dengan cepat, orang-orang lebih mengenal Quick untuk cepat. Menurutku kata Quick lebih bisa menggambarkan kecepatan. Aku pun memilih nama Quick, Quick Study Centre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa rekrutment masa-masa yang mendebarkan, karena pertamakalinya aku menginterview orang-orang, dan terlebih lagi banyak dari mereka yang lebih tua dariku, sedangkan saat itu usiaku baru 23 tahun. Yang juga membuat aku deg-degan adalah aku harus menginterview kemampuan bahasa calon guru yang aku sendiri tidak menguasi bahasanya. Tapi karena aku orang yang sangat senang belajar bahasa somehow aku bisa membedakan antara orang yang bisa dan sangat bisa, kombinasi pengalaman dan instink aku gunakan saat itu. Dan thanks god aku berhasil merekrut tim guru yang luar biasa. Luar biasa dalam segi kemampuan dan komitmen. Alhamdulilah.... Tim awal itu adalah, sahabat Shafiq dan Mahmud (UI) untuk pengajar program bahasa Arab, Belanda aku sendiri (UI), Jepang Ranu dan Indra (Universitas Dharma Persada), Perancis Herlina (UI) dan Theresia (UNPAD), Mandarin sahabat Hasan (UI), dan Jerman Olivia (UNPAD). Program bahasa Inggris saat itu belum dimulai karena persis disebelah Quick sudah ada lembaga bahasa Inggris, dan ada gejala tidak mengenakkan kalau aku juga membuka program bahasa Inggris, so ditiadakan dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan tim guru rapat besar pertama diadakan, saat itulah aku menyodorkan konsep belajar QUICK. Dan semua guru diminta untuk menyusun program kurikulum yang selaras dengan metode tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung selanjutnya : &lt;strong&gt;Masa mencari konsumen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114346700163228637?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114346700163228637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114346700163228637&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114346700163228637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114346700163228637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/03/quick-study-centre-1.html' title='Quick Study Centre (1)'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114300248302385526</id><published>2006-03-21T20:27:00.001-08:00</published><updated>2006-03-27T10:19:12.666-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>An Old Man And Oak Trees</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/oak%20tree.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/oak%20tree.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pencuri bisa mencuri dan berhasil mencuri karena niatnya kuat. Maaf,&lt;br /&gt;pelacur, bisa melacur dan berpakaian minim sampai jam 24.00 WIB di&lt;br /&gt;pinggir jalan, tidak masuk angin karena kedahsyatan niat. Begitu juga&lt;br /&gt;pengguna obat-obat terlarang, harus punya kedahsyatan niat, ketika&lt;br /&gt;memulai menggunakan obat itu. Dan ini, berlaku untuk semua aktivitas&lt;br /&gt;kita. Niat baik, juga perlu kedahsyatan niat, tanpa kedahsyatan, niat&lt;br /&gt;baik kita akan kalah dengan kedahsyatan aktivitas tidak baik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ceritera nyata, tentang kedahsyatan niat baik, walaupun mereka&lt;br /&gt;mengalami goncangan kehidupan. Salah satu contohnya saya ambil dari&lt;br /&gt;buku delapan etos kerja profesional karangan Jansen Sinamo. Kisahnya&lt;br /&gt;adalah seorang lelaki tua renta yang ditinggal meninggal oleh istri&lt;br /&gt;dan anak tunggalnya. Buat kebanyakan orang, kejadian ini akan&lt;br /&gt;mendorong perilaku untuk apa hidup tanpa teman dekat yang menghibur?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lelaki itu, dengan kedahsyatan niat hidup bermakna, maka&lt;br /&gt;memutuskan meninggalkan tempat tinggalnya, dengan membawa beberapa&lt;br /&gt;ekor domba kemudian pergi ke lembah Bavennen, yaitu suatu daerah yang&lt;br /&gt;sangat sepi. Keputusan ini dibuat untuk melupakan kenangan masa lalu&lt;br /&gt;dengan istri dan anak tunggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di desa itu, masih terlihat sisa-sisa reruntuhnya rumah penduduk yang&lt;br /&gt;sudah ditinggalkan oleh penghuninya karena memang sangat tidak layak&lt;br /&gt;untuk ditempati. Sehingga kalau dibiarkan terus menerus daerah ini&lt;br /&gt;akan menjadi semakin gersang tanpa nilai manfaat. Akhirnya, lelaki&lt;br /&gt;tua itu muncul kedahsyatan niat untuk menanami pohon-pohon sesuai&lt;br /&gt;dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lelaki tua itu menggembala dombanya, ada keterampilan tambahan&lt;br /&gt;yaitu mengambil biji-biji oak, kemudian dipilih yang bagus-bagus dan&lt;br /&gt;merendamnya di ember. Pada keesokan harinya, dengan sebatang besi, ia&lt;br /&gt;melubangi tanah-tanah yang dilaluinya, kemudian ditanami biji-biji&lt;br /&gt;oak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kedahsyatan niat baik yang direalisasikan itu, setelah tiga&lt;br /&gt;tahun telah tertanam 100.000 biji pohon oak. Dia berharap sepuluh&lt;br /&gt;persen dari pohon yang ditanamnya akan tumbuh, ini berarti akan ada&lt;br /&gt;10.000 pohon oak menghiasi ladang gersang itu. Dia juga berharap agar&lt;br /&gt;bisa hidup lebih lama, sehingga bisa menanam lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika meninggal pada tahun 1947 dalam usia 89 tahun, dia telah&lt;br /&gt;berhasil menciptakan salah satu hutan paling indah di Perancis, yang&lt;br /&gt;terbentang sepanjang 11 km dengan lebar 3 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kedahsyatan niat baik orang tua renta itu, sekarang ada jutaan&lt;br /&gt;akar yang mampu menampung air hujan dan menyuburkan area gersang itu.&lt;br /&gt;Aliran sungai kecil tercipta lagi. Rerumputan dan bebungaan tumbuh&lt;br /&gt;subur kembali. Burung-burung kembali ke hutan. Kehidupanpun berubah&lt;br /&gt;di sana. Orang-orang kembali lagi ke daerah itu. Dan setiap orang&lt;br /&gt;yang kembali merasa bahagia, menikmati hidup, dan tentunya bisa&lt;br /&gt;dijadikan sebagai rekreasi batin dari kepenatan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiriman seorang sahabat: Fachim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114300248302385526?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114300248302385526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114300248302385526&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114300248302385526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114300248302385526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/03/old-man-and-oak-trees.html' title='An Old Man And Oak Trees'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114300222672794648</id><published>2006-03-21T20:27:00.000-08:00</published><updated>2006-03-22T17:40:53.563-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>Success Story of Honda</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/honda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/honda.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Jangan Pernah takut gagal...&lt;br /&gt;SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya"&lt;br /&gt;Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi&lt;br /&gt;kegagalan.&lt;br /&gt;Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan&lt;br /&gt;dari kuliah.&lt;br /&gt;Namun ia trus bermimpi dan bermimpi...&lt;br /&gt;Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya.&lt;br /&gt;Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik&lt;br /&gt;berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki&lt;br /&gt;padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki "raja&lt;br /&gt;jalanan".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan"&lt;br /&gt;Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga&lt;br /&gt;tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor&lt;br /&gt;seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia&lt;br /&gt;bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas,&lt;br /&gt;duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari&lt;br /&gt;pandangan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih,&lt;br /&gt;karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,"&lt;br /&gt;tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun,&lt;br /&gt;setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengidap&lt;br /&gt;lever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari&lt;br /&gt;ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di&lt;br /&gt;dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat&lt;br /&gt;kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi&lt;br /&gt;cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering&lt;br /&gt;bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin&lt;br /&gt;diesel yang menjadi motor penggeraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat&lt;br /&gt;berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh&lt;br /&gt;sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat&lt;br /&gt;terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika&lt;br /&gt;usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah&lt;br /&gt;sepeda pancal dengan model rem kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan&lt;br /&gt;otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin.&lt;br /&gt;Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga&lt;br /&gt;membuatnya rendah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart&lt;br /&gt;Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang&lt;br /&gt;melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam&lt;br /&gt;soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli&lt;br /&gt;yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun&lt;br /&gt;bekerja disitu, menambah wawasannya tentang&lt;br /&gt;permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya&lt;br /&gt;mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran ini tidak ditampiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia&lt;br /&gt;selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel&lt;br /&gt;lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan&lt;br /&gt;sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya&lt;br /&gt;larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak&lt;br /&gt;jeniusnya tetap kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu,&lt;br /&gt;hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan&lt;br /&gt;untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam.&lt;br /&gt;Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan&lt;br /&gt;diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda&lt;br /&gt;menandatangani patennya yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri&lt;br /&gt;dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai&lt;br /&gt;berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju&lt;br /&gt;kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh&lt;br /&gt;bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya&lt;br /&gt;itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak&lt;br /&gt;memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan&lt;br /&gt;tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya&lt;br /&gt;terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya&lt;br /&gt;keluar dari bengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius.&lt;br /&gt;Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia&lt;br /&gt;kembali memimpin bengkelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya.&lt;br /&gt;Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah&lt;br /&gt;pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah&lt;br /&gt;pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel,&lt;br /&gt;mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah&lt;br /&gt;dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan&lt;br /&gt;karena jarang mengikuti kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi&lt;br /&gt;makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele&lt;br /&gt;tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda,&lt;br /&gt;yang gandrung balap mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan&lt;br /&gt;mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini&lt;br /&gt;justru dianggap penghinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya&lt;br /&gt;diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga&lt;br /&gt;Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan&lt;br /&gt;itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak&lt;br /&gt;memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal&lt;br /&gt;mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk&lt;br /&gt;mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas&lt;br /&gt;mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan&lt;br /&gt;mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal&lt;br /&gt;Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan&lt;br /&gt;pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan&lt;br /&gt;pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring&lt;br /&gt;Pistonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba&lt;br /&gt;beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan&lt;br /&gt;bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda.&lt;br /&gt;Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk&lt;br /&gt;membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan&lt;br /&gt;terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya&lt;br /&gt;mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka&lt;br /&gt;berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan&lt;br /&gt;stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik&lt;br /&gt;motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya.&lt;br /&gt;Motor Honda berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan&lt;br /&gt;dunia, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam&lt;br /&gt;menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah&lt;br /&gt;kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat&lt;br /&gt;kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak&lt;br /&gt;melihat 99% kegagalan saya", tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiriman seorang sahabat: Amoer&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114300222672794648?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114300222672794648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114300222672794648&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114300222672794648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114300222672794648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/03/success-story-of-honda.html' title='Success Story of Honda'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114292604963214399</id><published>2006-03-20T23:23:00.000-08:00</published><updated>2006-03-20T23:27:29.853-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>My Love</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Winter%2020.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/400/Winter%2020.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114292604963214399?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114292604963214399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114292604963214399&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114292604963214399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114292604963214399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/03/my-love.html' title='My Love'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114093924597346448</id><published>2006-02-25T22:59:00.000-08:00</published><updated>2006-02-26T00:01:27.616-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>My Wishes...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Babenya%20Oi.2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/Babenya%20Oi.1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I wish...&lt;br /&gt;Health and all the best for me, my love, my little star, and my whole family&lt;br /&gt;I can finished my study immediately&lt;br /&gt;I will performed well by the upcoming examination&lt;br /&gt;I can finished all the assignment I am doing now A.S.A.P&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Because today is my birthday.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114093924597346448?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114093924597346448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114093924597346448&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114093924597346448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114093924597346448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/02/my-wishes.html' title='My Wishes...'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114053910783531818</id><published>2006-02-21T08:19:00.000-08:00</published><updated>2006-02-22T05:46:57.630-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>You Are The Best Marketer of Your Self</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/hand%20shake.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/hand%20shake.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;You Are The Best Marketer of Your Self, artinya kurang lebih "Kamu adalah penjual terbaik atas dirimu", diterjemahin malah jadi aneh bin ribet ya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well..maksudnya begini, sesungguhnya setiap perilaku kita adalah dagangan kita atas diri kita sendiri, kalau dagangan kita bagus, maka orang-orang pun tanpa ragu akan membelinya. Jika dagangan kita jelek, boro-boro di beli dilirik pun tidak. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika perilaku kita bagus : kita bisa berhubungan baik dengan semua orang, orang-orang bisa melihat kelebihan-kelebihan kita walaupun tanpa kita perlu mempamer-pamerkan kelebihan kita, tulus, dan hal-hal positif  lainnya, maka orang-orang tanpa ragu akan menempelkan label-label positif atas diri kita tersebut ke dalam otaknya, dan jika lebih laku lagi dagangan anda, maka data positif itu bukan cuma disimpan di otak tapi juga di hati. Jika sudah begitu jangan heran kalau orang-orang yang telah membeli dagangan anda akan membayarnya dengan harga yang tak ternilai. Yaitu, dihormati, disayang, dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang-orang menilai anda bagus, jangan heran kalau suatu hari ada yang nelpon, "hai Fahim...kamu lagi sibuk dimana? perusahaan tempatku kerja lagi butuh direktur baru untuk cabang newyork nih, coba aja ngelamar..." atau, "hai Rozi, kita bisnis bareng yuk..." atau, "Nak Fatih, kamu baik sekali sih, jadi mantunya ibu mau gak...."   Pokoknya orang yang berhasil menjual dirinya dengan baik keseringan ditawarin deh...temennya banyak, dan orang betawi bilang "gak ada matinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"So, let's become a good marketer of our self, by being a good person..."&lt;br /&gt;Papanya Fiori&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114053910783531818?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114053910783531818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114053910783531818&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114053910783531818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114053910783531818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/02/you-are-best-marketer-of-your-self.html' title='You Are The Best Marketer of Your Self'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114053550101502797</id><published>2006-02-21T06:53:00.000-08:00</published><updated>2006-02-21T07:32:50.356-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>Mijn Huwelijk Verjaardag</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Bahagia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/Bahagia.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Twee dagen geleden was ik heel erg blij, die dag was het verjaardag van mijn huwelijk. Onze tweede verjaardag. Ik trouwde mijn mooie, lieve, Voila op dezelfde datum twee jaren geleden. We trouwden op 19 februari 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ik droog toen een jas met en zwarte hut, ik voelde me zo zelf vertouwen. Veel mensen zeiden dat ik ziet als Soekarno uit. Het regende hard op die dag. "Dat betekent dat jij een goede toekomst zou hebben", zei mijn oma. "Amin", antwoorde ik. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mijn schoon vader zei "Lukman, ik trouw jij met mijn dochter, Voila Paramita Rahayu, met de goude ring als de mahar", en ik beantwoord, "Ik accepteerd het trouwen van Voila Paramita Rahayu, met de goude ring als de mahar". Nou.. eigenlijk was ik een beetje schreeuwen toen ik dat zei, zo dat veel mensen lachen, "hoe komt je schreeuw tegen jou schoon vader.." zeiden de mensen. Maar ik schielde me niet, de belangrijkste ding is dat het deel al klaar is. Want dat deel maakte me zo zo zenuwen, zo zenuwachtig.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dat was twee jaar geleden. Dat gebeurde in Depok, maar nu, ben ik alleen hier in India, eigenlijk ben ik so verdrietig, ik ben zo ver weg van de mensen die ik heel heel houd van. Maar wat te doen? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ik ben hier voor onze toekomst, hoopelijk dat ik een gelukkige leven zou hebben.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mijn lieve schaatje, mijn lieve dochtertje, Papa zo zo van jullie houden. Ik hoop dat we straks zullen ontmoeten. Ik houd van jullie...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114053550101502797?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114053550101502797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114053550101502797&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114053550101502797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114053550101502797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/02/mijn-huwelijk-verjaardag.html' title='Mijn Huwelijk Verjaardag'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-114015016256548159</id><published>2006-02-16T20:13:00.000-08:00</published><updated>2006-02-16T20:32:44.236-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>Membangun Rasa Percaya Diri Anak</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/PD.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/PD.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Saat memasuki usia sekolah, seorang anak akan mulai membangun kepercayaan dirinya. Seorang anak yang memiliki rasa percaya diri tinggi tak akan takut mencoba hal-hal baru dan biasanya lebih berhasil. Sebaliknya anak yang rasa percaya dirinya rendah akan kesulitan melewati perubahan dan butuh banyak bantuan dari orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sebagai orangtuanya punya tugas penting untuk menimbulkan rasa percaya diri, terutama ketika si kecil sudah masuk sekolah dan mempunyai banyak teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada diri si kecil, daftar berikut bisa dijadikan panduan dalam mendidik buah hati Anda :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Percaya &lt;/strong&gt;si kecil &lt;strong&gt;dan tunjukkan&lt;/strong&gt;, biarkan ia merasa dirinya berharga dan dicintai.&lt;br /&gt;- Berikan &lt;strong&gt;pujian &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;respon positif&lt;/strong&gt;, anak-anak akan mengukur keberhasilannya dari apa yang orangtuanya pikirkan tentang mereka. "ternyata anak bunda pintar, semua soal matematika berhasil dikerjakannya", kalimat itu bisa menjadi musik yang indah di telinga anak Anda. Yakinkan si kecil tak apa-apa membuat kesalahan karena itu bagian dari kedewasaan. Hindari sikap terlalu mengkritik, karena bisa merusak kepercayaan dirinya.&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Jadi pendengar&lt;/strong&gt;, ulangi apa yang Anda dengar untuk memastikan Anda mengerti dan berikan respon positif agar mereka bersemangat melanjutkan ceritanya.&lt;br /&gt;- Ajari si kecil untuk mengungkapkan perasaannya dan mengekspresikannya secara verbal.&lt;br /&gt;- Kritiklah tingkah lakunya, bukan orangnya. Yang harus dikoreksi adalah sikapnya yang salah, bukan menyebutnya sebagai anak nakal. Jangan sampai terjebak, jika ini sudah berlangsung dalam waktu yang lama bisa merusak mentalnya. &lt;br /&gt;- Fokus pada &lt;strong&gt;kelebihannya &lt;/strong&gt;bukan kekurangan Anda dan si kecil.&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Hargai minatnya&lt;/strong&gt;, bahkan jika itu terasa membosankan untuk Anda, taruhlah minat pada teman-temannya dan sekolahnya, berikan komentar saat ia bercerita. &lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Jangan meremehkan rasa takut atau tidak aman yang dirasakan anak Anda&lt;/strong&gt;, bahkan jika hal itu sepertinya sepele buat Anda. Jika si kecil mengeluh kesulitan dalam bidang matematika, sebaiknya Anda menanggapinya dengan, "untuk menguasai matematika memang harus banyak belajar, apa yang bisa Mama bantu ?", bukannya berkata, "masa soal-soal begitu saja gak bisa ?".&lt;br /&gt;- Dorong si kecil untuk berani mencoba &lt;strong&gt;hal baru&lt;/strong&gt;. Jika ia berhasil melakukan suatu hal baru itu akan meningkatkan kepercayaan dirinya, dan terkadang ia juga butuh belajar dari kesalahan yang dilakukannya. &lt;br /&gt;- Tertawalah bersamanya, bukan menertawakannya.&lt;br /&gt;- Fokus pada &lt;strong&gt;keberhasilan &lt;/strong&gt;si kecil ; renang, musik atau bidang lain yang dikuasainya. Jangan terlalu fokus pada kegagalannya.&lt;br /&gt;- Anak-anak biasanya mengerti kekurangannya dan hal-hal yang tidak mampu dilakukannya. Rasa percaya dirinya bisa runtuh jika orangtuanya selalu mengkritik atau menyinggung bidang tersebut. Berikan pujian dan support untuk membantu motivasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Dapat Merusak Percaya Diri Anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomel atau marah-marah atas kesalahan yang dilakukan si kecil bisa membuatnya jadi tidak percaya diri, apalagi kalau orangtuanya kerap memberikan label, seperti "nakal", "pemalas", "ceroboh", dan sebagainya, mereka akan berpikir kalau apa yang Anda katakan memang benar dan merasa label itu tidak akan bisa diubah.  Hal ini bisa merusak motivasi anak-anak untuk berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tahukah Anda bahwa &lt;strong&gt;apa yang Anda katakan tentang diri Anda sendiri juga bisa berpengaruh pada kepercayaan diri anak-anak.&lt;/strong&gt; Ini karena anak-anak masih ada pada tahap meniru tingkah laku orang-orang yang dekat dengannya. Misalnya jika orangtuanya seringkali mengeluhkan sesuatu, seperti, " saya tak tahan kerja di bawah tekanan", atau "saya selalu sial, hal-hal buruk selalu menimpa apa yang saya kerjakan", anak-anak mungkin akan khawatir orangtuanya tidak bisa menghadapi tantangan. Akibatnya anak-anak tidak memiliki contoh positif, sikap optimistis dalam hidup dan tidak tahu bagaimana menghadapi masalah.  Apa pun situasi yang Anda hadapi, pikirkan baik-baik apa yang akan Anda katakan dan pilihlah kata-kata yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan-ucapan berikut bisa merusak kepercayaan diri seorang anak :&lt;br /&gt;- Mengatakan Anda &lt;strong&gt;tidak mencintainya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Sering mengkritik &lt;/strong&gt;seperti, "dasar bodoh".&lt;br /&gt;- Mengatakan Anda berharap mereka tidak pernah lahir.&lt;br /&gt;- Memberi &lt;strong&gt;nama panggilan &lt;/strong&gt;dengan kata-kata &lt;strong&gt;menghina&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;- Menyindir dengan kata-kata kasar.&lt;br /&gt;- Selalu mengomel dan menyumpah-nyumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada manusia yang sempurna, mungkin tanpa sengaja kita pernah mengatakan sesuatu yang kita sesali. Jika ini terjadi, akuilah segera di depan si kecil. Katakan "seharusnya mama tidak berkata seperti itu, mama tidak serius, ini karena mama capek baru pulang dari kantor".  (An)Taken From KCM&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-114015016256548159?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/114015016256548159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=114015016256548159&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114015016256548159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/114015016256548159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/02/membangun-rasa-percaya-diri-anak.html' title='Membangun Rasa Percaya Diri Anak'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113984038919785635</id><published>2006-02-13T05:43:00.000-08:00</published><updated>2006-02-13T06:19:56.036-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>My Room Delivery Service in SRK Hostel</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/SRK%20Hostel.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/SRK%20Hostel.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; 7 month.. Yup it's been seven month I've been staying here in SRK Old Hostel. Many things has happened along these times. At that time, on first of august, Ipul, one of my best friend helped me carrying all my luggages, I shifted from his room which I temporarily stayed to this hostel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good room, that's my fisrt thought about my room, and Stingky..that's my first thought about my, well not my, our toilet, well..it happens, public toilet is almost always like that, unless the toilet in changi air port...hmmh.. that place.. Singapore is different, it's an obsessive compulsively clean country I think.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I used to cook my self every day, but then the mess started, then I thank God I can stop cooking, and stop what I dislike most, wash all the plates and it's relatives. At the time the mess cha cha send the food to the room, hmmm..what a luxurious service provided by them. But then a dissaster came, they stop sending the food, instead of sending, they made us walking 1 km each, for breakfast, lunch and dinner.&lt;br /&gt;After getting a room delivery service then changed into 3 km a day of walking is such a huge leap. But anyway I see the positive side of it, I consider it as a compulsary excercise, this way I'll become healthy, don't you think??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then me and some foreigner made a letter sent to BC, Senior provost and Foreign Student Advisor due to this matter, it's this morning we sent them, and just now we got information that starting from tomorrow they gonna send the food again to room...well..good then.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You know what is good in India? to make a letter send to such important person like BC or FSA we just need to write by hand in a piece of paper, no need computerized. Even last time when Trans TV crew came and wanted to get permission from the BC, we only need to make a hand writing letter, we need no official letter head paper, no official stamp, just a handwriting letter and a signature..done. Well..it happens only in India..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113984038919785635?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113984038919785635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113984038919785635&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113984038919785635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113984038919785635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/02/my-room-delivery-service-in-srk-hostel.html' title='My Room Delivery Service in SRK Hostel'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113983392982921509</id><published>2006-02-13T04:07:00.000-08:00</published><updated>2006-02-16T05:35:15.070-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>Saat itu dan Saat ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/PHOT0027.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/PHOT0027.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Duduk sendiri dikamarku, ditemani lap top-ku, yang selalu membawa ku keluar dari ruang kamar ini, menembus mayapada, kemanapun fikiranku ingin melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu you needed me dari anne murray tengah berkumandang, tiba-tiba aku merinding...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat yang lalu aku juga didepan komputer, beberapa saat yang lalu aku juga mendengar lagu ini, tapi saat itu semuanya berbeda, saat itu aku tidak merasa kesepian, saat itu aku merasa bahagia, saat itu aku merasa tenang damai, &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;saat itu ada istri dan anakku yang sedang tidur dikamar ketika aku melakukan aktifitas ini, saat itu ada istriku yang menemaniku sambil menyeterika pakaian, saat itu ada istriku yang selalu beli roti untuk teman aku minum kopi, saat itu ada anakku yang kerap menggangguku,  yang ikut memencet-mencet tombol keyboard komputer, dan tertawa sambil menunjukkan gigi-giginya yang mungil setiap dia berhasil memencet tombol key board... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat ini aku cuma sendiri, saat ini aku sendirian dikamar ini, saat ini aku tidak ditemani orang-orang yang aku kasihi, orang-orang yang aku sayangi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tiba-tiba merasa sendirian, aku sendirian, aku kesepian. Aku kangen sayangku, aku kangen istriku tercinta, aku kangen bintang kecilku, fioriku tercinta, fioriku tersayang, matahariku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alunan lagu anne murray membuatku semakin sentimentil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...rasa kangen ini benar-benar ujian yang maha berat. Tahu bahwa orang yang paling kita kasihi tidak ada didekat kita, jauh disana, entah apa yang sedang mereka lakukan sekarang, ingin rasanya aku dipinjami mata malaikat yang bisa membuatku melihat aktifitas mereka, agar tak ada satu hal pun yang mereka lakukan luput dari perhatianku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku, aku sayang cintaku, aku sayang kalian....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, mohon dengar dan kabulkanlah doaku kepada Engkau ya Allah... &lt;br /&gt;dengan segala kerendahan hati aku memohon... &lt;br /&gt;jagalah mereka ya Allah... &lt;br /&gt;jauhilah mereka dari marabahaya...&lt;br /&gt;jauhilah mereka dari apapun yang bisa menyakiti mereka ya Allah.... &lt;br /&gt;sayangilah mereka ya Allah.... &lt;br /&gt;berikanlah hanya yang tebaik untuk mereka ya Allah... &lt;br /&gt;berikanlah mereka kesehatan, keimanan kepada Mu ya Allah...&lt;br /&gt;Kabulkanlah kiranya permohonan hambamu ini ya Allah... &lt;br /&gt;Aku mohon dengan sangat ya Allah... &lt;br /&gt;Terima kasih ya Allah...&lt;br /&gt;Segala puji bagi Mu ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113983392982921509?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113983392982921509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113983392982921509&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113983392982921509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113983392982921509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/02/saat-itu-dan-saat-ini.html' title='Saat itu dan Saat ini'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113871357524224039</id><published>2006-01-31T05:18:00.000-08:00</published><updated>2006-01-31T05:20:32.043-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Pendidikan Dasar Gratis Sudah Saatnya Diberlakukan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/imagespendidikan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/imagespendidikan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah lebih dari dua puluh tahun, tepatnya sejak tahun 1984, pemerintah mendengungkan kampanye wajib belajar. Melihat pengalaman negara industri baru (new emerging industrialized countries) di Asia Timur, disadari pembangunan suatu bangsa memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk mendukung pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERLEBIH lagi, pembangunan masyarakat demokratis mensyaratkan manusia Indonesia yang cerdas. Selain itu, era global abad ke-21, yang antara lain ditandai oleh lahirnya knowledge base society atau masyarakat berbasis pengetahuan, menuntut penguasaan terhadap ilmu pengetahuan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, meskipun sudah jauh-jauh hari mengampanyekan wajib belajar-mulai dari wajib belajar enam tahun hingga sembilan tahun-masih belum jelas apakah Indonesia melaksanakan wajib belajar (compulsory education) atau universal education yang berarti pendidikan dapat dinikmati oleh semua anak di semua tempat. Dua konsep tersebut berbeda dan hal ini jelas tertuang dalam keputusan internasional, yakni Declaration on Education for All di Jomtien, Thailand, tahun 1990, yang menegaskan compulsory education bukan universal education.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib belajar terutama berimplikasi terhadap pembebasan biaya pendidikan sebagai bentuk tanggung jawab negara. Di berbagai negara yang mewajibkan warganya menempuh pendidikan dasar sembilan tahun, semua rintangan yang menghalangi anak menempuh pendidikan bermutu dihilangkan. Termasuk dalam hal pendanaan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di China pemerintah menggratiskan pendidikan dasar dan memberikan subsidi bagi siswa yang keluarganya mempunyai masalah ekonomi. Pengalaman negara lain pun hampir serupa. Di India wajib belajar berimplikasi juga pada pembebasan biaya pendidikan dasar. Bahkan, di negara yang baru keluar dari konflik dan kemiskinan masih mencengkeram seperti Kamboja, pendidikan dasar digratiskan dan disertai dengan upaya peningkatan mutu, khususnya dari segi tenaga pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dibutuhkan kekuatan hukum mengikat untuk mengimplementasikan wajib belajar. China, misalnya, membagi hukum wajib belajar sembilan tahun menjadi tiga kategori: perkotaan dan daerah maju, pedesaan, dan daerah miskin perkotaan. Target pencapaiannya berbeda-beda. Sebagai bentuk komitmen terhadap wajib belajar dikeluarkan pula pernyataan pada Januari 1986, yang menyatakan ilegal mempekerjakan anak sebelum selesai wajib belajar sembilan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara super power seperti Amerika Serikat dalam masa perang dingin, sekitar tahun 1981, sempat khawatir dengan ketertinggalan pendidikannya sehingga muncullah laporan A Nation at Risk. Laporan tersebut mengatakan bahwa yang menyebabkan ketertinggalan Amerika dalam persaingan global antara lain karena buruknya pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh tahun kemudian, tepatnya tahun 2003, pandangan yang muncul pada tahun 1983 itu perlu dievaluasi. Apakah benar bahwa saat itu AS dalam bahaya dan berisiko? Dengan kemenangan AS dalam perang dingin memang tidak semua laporan itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pandangan tersebut juga menyajikan kenyataan pahit, yakni dengan status sebagai negara adidaya ternyata masih banyak anak di AS yang drop out dari sekolah. AS kemudian menganggap perlu peraturan dalam melaksanakan wajib belajar sehingga lahir undang-undang yang terkenal dengan sebutan "No Child Left Behind". Dengan undang-undang ini, berbagai jenis pendidikan, mulai dari sekolah yang diadakan oleh keluarga di rumah hingga etnis minoritas, ditanggung negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA pendidikan dasar gratis? Bagi Indonesia jaminan akses terhadap pendidikan dasar sesungguhnya sudah menjadi komitmen antara pemerintah dan masyarakat, seperti yang tertuang dalam UUD 1945 bahwa tujuan negara ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pentingnya keadilan dalam mengakses pendidikan bermutu diperjelas dan diperinci kembali dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi negara maju pendidikan gratis-selain karena tuntutan konstitusi mereka-juga didukung perekonomian negara yang sudah cukup mapan untuk investasi pendidikan. Anggaran pendidikan setidaknya telah mencapai 5-8 persen produk domestik bruto. Sementara di Indonesia investasi pendidikan masih sangat kecil, sekitar 1,3 persen dari produk domestik bruto. Jatah bagi investasi pendidikan semakin kecil lagi lantaran produk domestik bruto sendiri sudah kecil. Padahal, untuk mewujudkan pendidikan dasar gratis ini memang perlu servis dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran lain, dalam hubungan antara masyarakat dan negara sudah jelas ada hubungan timbal balik. Masyarakat punya tanggung jawab terhadap negara dan negara punya tanggung jawab terhadap masyarakat. Hanya saja, dalam beberapa hal hubungan ini dinilai timpang. Masyarakat dipaksa menjalankan kewajibannya, antara lain, membayar pajak, di sisi lain negara belum sepenuhnya menjalankan kewajibannya, termasuk dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain pemerintah dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Apakah akan mementingkan distribusi pendapatan atau menekankan kepada investasi sosial, seperti pendidikan dan kesehatan? Jika pilihan jatuh kepada distribusi pendapatan, konsekuensinya adalah investasi sosial akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam "ketegangan" tersebut, persoalan sosial lalu cenderung diserahkan kepada masyarakat, seperti yang terjadi selama ini di Indonesia. Tak jarang keluar ungkapan dari pemerintah bahwa masyarakat harus diberdayakan, termasuk membayar sendiri pendidikannya. Di sinilah sebenarnya muncul apa yang disebut dengan neoliberalisme dalam wajah pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk kasus Indonesia, sebenarnya ketegangan antara dua pandangan itu dapat disinergikan. Kita harus pintar- pintar memilih, distribusi pendapatan atau investasi. Sebagai contoh, jika menganut distribusi pendapatan dalam investasi, kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak itu dikembalikan melalui berbagai program bantuan kepada rakyat. Akan tetapi, jika dalam penyalurannya ternyata korupsinya semakin banyak, lebih baik terang- terangan dimasukkan ke dalam investasi pendidikan," kata HAR Tilaar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER pembiayaan pendidikan dasar gratis dapat berasal dari pemerintah dan pemerintah daerah. Jika ada kesepakatan untuk melaksanakan pendidikan dasar gratis, pada dasarnya pemerintah pusat yang harus membiayai. Hal ini karena pemerintah pusat sebagai pemegang dana publik terbesar dan birokrasinya masih sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pemerintah daerah harus terlibat karena merekalah yang mempunyai dan menguasai data lapangan. Hanya saja, ada kecenderungan pemerintah pusat tidak mau menyerahkan dana operasional untuk menjalankan pendidikan ke pemerintah daerah. Di samping itu, pemerintah daerah juga perlu ikut menyisihkan sebagian dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk wajib belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan apa saja yang harus dibiayai dalam pendidikan dasar gratis itu harus jelas pula. Pembiayaan pemerintah setidaknya mencakup tiga komponen, yaitu kurikulum, proses, dan fasilitas belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum yang digunakan harus jelas dan disepakati terlebih dahulu sehingga diketahui materi yang akan diajarkan dan besarnya biaya untuk pendidikan. Dengan demikian, penggunaan dana pendidikan menjadi efisien. Kurikulum yang mencakup puluhan mata pelajaran tentu lebih mahal daripada hanya sepuluh pelajaran. Sayangnya, penggunaan kurikulum, seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi masih membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiayaan proses belajar sudah termasuk persiapan keterampilan, kompetensi, kesejahteraan guru , serta evaluasi hasil belajar. Peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru merupakan kunci dari pelaksanaan wajib belajar yang bermutu. Selama ini kedua hal tersebut kurang diperhatikan dengan berbagai alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya fasilitas belajar (opportunity to learn) meliputi antara lain buku pelajaran, perpustakaan, gedung, laboratorium, tenaga kependidikan, dan komputer. Fasilitas belajar ini berbeda-beda kebutuhannya dan tidak harus diseragamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdorrakhman Ginting percaya, sebetulnya pendidikan gratis masih mungkin dilaksanakan. Untuk menggantikan Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP) bagi 24 juta siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dengan bantuan dana Rp 15.0000 per kepala setahun dibutuhkan Rp 4 triliun. Sementara untuk meningkatkan gaji 2,2 juta orang guru sebesar Rp 500.000 per bulan, agar kualitasnya terpacu, diperlukan Rp 1,1 triliun per bulan atau Rp 13,2 triliun setahun. Jadi total untuk menggratiskan biaya SPP dan peningkatan gaji guru yang dibutuhkan setahun Rp 17,4 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya pendidikan gratis tidak dapat dikatakan sepenuhnya gratis karena tetap harus ada yang membiayai. Ada biaya terselubung, yang di negara lain seperti di AS sudah tersistem dalam satu kesatuan administrasi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di AS sekolah publik gratis karena ada pajak sekolah khusus. Warga negara AS yang mempunyai tanah dan rumah harus membayar pajak sekolah di distriknya, terlepas dari warga tersebut mempunyai anak atau tidak. Di Belanda rata-rata pajak penghasilan cukup tinggi, yakni 60 persen. Sementara di negara-negara Skandinavia, pajak penghasilan mencapai 70 persen, tetapi kebutuhan dasar warga negara seperti pendidikan dijamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pelaksanaan pendidikan gratis harus dengan kewaspadaan tingkat tinggi dari berbagai celah penyalahgunaan dan pengawasan. Filipina, misalnya, mempunyai pengalaman buruk dengan penggunaan voucher pendidikan. Warga yang menginginkan pendidikan lebih membayar sendiri sisanya, tetapi sayangnya model tersebut tidak jalan dan rawan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, harus hati- hati dalam menentukan model penggratisan pendidikan. Siapa yang akan ditopang? Apakah lembaga pendidikannya yang rawan kebocoran atau anaknya secara langsung dengan konsekuensi penyalahgunaan dana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pemikiran, sebaiknya dana diberikan kepada sekolah dengan konsekuensi sekolah tidak dapat lagi memungut iuran dari siswa. Untuk itu, lagi-lagi pengawasan harus diperkuat dan sekolah yang masih membebani siswa harus dikenai sanksi tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan gratis bermutu juga perlu disesuaikan dengan kondisi setempat, walaupun tetap berdasarkan kualitas yang standar, sehingga dalam menggratiskan pendidikan dasar bentuk dan nilai subsidi tidak harus seragam. Selain itu, perbedaan antara sekolah swasta, negeri, madrasah, dan pesantren secara psikologis dan politis mesti dapat diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para pemimpin harus menyadari pendidikan bahwa itu bukan soal ekonomi atau bagi-bagi keuntungan, tetapi soal politis atau ke mana bangsa ini mau dibawa. Akhirnya, memang kembali kepada niat politik pengambil keputusan: apakah pemegang kekuasaan mau semua anak Indonesia maju? (Indira Permanasari)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Taken from KCM&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113871357524224039?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113871357524224039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113871357524224039&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113871357524224039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113871357524224039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/01/pendidikan-dasar-gratis-sudah-saatnya.html' title='Pendidikan Dasar Gratis Sudah Saatnya Diberlakukan'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113845186656084285</id><published>2006-01-28T04:37:00.000-08:00</published><updated>2006-02-13T05:42:02.953-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Budaya Keluarga</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/images%20elephant.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/images%20elephant.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Pernahkah anda datang berkunjung ke rumah seorang kerabat, atau teman, dan tanpa anda sadari anda ‘memfoto’ suasana keluarga tersebut? Anda merasakan atmosfer dikeluarga tersebut? Kemungkinan yang sedang anda foto dan rasakan adalah budaya keluarga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya keluarga&lt;br /&gt;Setiap keluarga tanpa disadari memiliki budayanya sendiri-sendiri. Budaya keluarga adalah nilai-nilai yang dianut bersama oleh tiap-tiap anggota keluarga, yang merupakan hasil persepsi tiap anggota keluarga terhadap kebiasaan didalam keluarga mereka sendiri. Budaya keluarga merupakan aturan tak tertulis yang tercipta sejak keluarga itu terbentuk.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana individu dari sebuah keluarga  memandang diri dan keluarga mereka sendiri, bagaimana mereka memandang masyarakat sekeliling, pandangan mereka mengenai nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, semua merupakan bagian dari budaya keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya ini terkristalisasi pada diri tiap-tiap individu didalam keluarga, dan terefleksikan dalam perilaku sehari-hari, gaya hidup, pandangan hidup, dan bahkan tujuan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya budaya keluarga&lt;br /&gt;Bagaimana budaya keluarga ini bisa terbentuk? Yang paling berperan terhadap pembentukan budaya keluarga ini adalah orang tua. Tanpa disadari orang tua mengindoktrinasi dan mensosialisasikan fikiran dan perasaannya kepada anak-anaknya. Bahkan orang tua memberikan contoh untuk diikuti anak-anaknya. Sehingga fikiran, nilai-nilai, dan asumsi-asumsi orang tua semakin terinternalisasi pada diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya juga terbentuk dari bahasa yang digunakan orang tua, pilihan kata, ritual (misalkan ritual tadarusan setiap malam jumat, pergi makan malam diluar rumah bersama setiap hari sabtu, dll), dan juga simbol-simbol materi (misalkan perhiasan yang dikenakan orang tua, kendaraan, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya mempunyai peran yang penting bagi pembentukan karakter tiap individu dalam keluarga. Tulisan ini dibuat untuk sekedar untuk mengingatkan bahwa ketika dua anak manusia menikah dan akan mempunyai anak-anak, ada satu hal yang abstrak, yang sering tidak disadari, yang bernama budaya keluarga, yang akan turut serta membentuk anak. Jadi yang membentuk anak bukan hanya pendidikan disekolah, bukan hanya tayangan televisi, tapi juga budaya yang diciptakan dan dipelihara oleh orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah berkeluarga, coba kita tengok budaya yang telah terbangun dikeluarga kita. Bagi yang belum menikah, fikirkanlah budaya yang akan dibangun, agar anak-anak kita bisa tumbuh optimal. (Papanya Fiori)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113845186656084285?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113845186656084285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113845186656084285&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113845186656084285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113845186656084285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/01/budaya-keluarga.html' title='Budaya Keluarga'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113825158826218891</id><published>2006-01-25T20:53:00.000-08:00</published><updated>2006-01-25T20:59:59.713-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Memperkenalkan Anak Seni Menulis</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/images%20anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/images%20anak.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;"Menulis adalah melukis dengan kata-kata", begitu yang pernah diungkapkan Shakuntala Devi, seorang pegamat pendidikan anak dari India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin membangkitkan kejeniusan anak, ada yang berpendapat hal tersebut bisa diasah dengan mendorong kemampuannya menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan berbahasa. Sebagai bagian dari kegiatan berbahasa, menulis erat dengan aktivitas berpikir. Itulah makanya menulis tidak mudah. Bahkan bagi penulis terkenal sekali pun. Menulis bukan hanya sekedar membahasa tuliskan bahasa lisan, tapi juga kegiatan yang terorganisir sedemikian rupa sehingga terjadi komunikasi (antara penulis dengan pembaca). Bila apa yang dimaksud penulis sama dengan yang dimaksud oleh pembaca, maka seseorang dapat dikatakan terampil menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa tip agar buah hati bergairah menulis :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunjukkan minat aktif. Jangan paksa anak menulis. Sebaliknya, mulailah     dengan membacakan cerita atau puisi demi mengembangkan     perbendaharaan katanya, yang juga bisa dilatih melalui permainan scrable     atau tebak-tebakan sinomim atau antonim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta anak untuk menuliskan pikirannya, sependek apapun itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan jadikan kegiatan menulis sebagai hukuman. Biarkan anak menulis     kapan dan di manapun ia mau. Sebaiknya jangan berada di dekat anak yang     sedang menulis sampai ia selesai, karena menulis memerlukan waktu     berpikir. Jadi, berikan ia waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan minat pada gagasan yang dituangkan anak dalam tulisan. Bukan     pada cara dia menulis atau kesalahan ejaan atau tata bahasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menuliskan karangan atau menyelesaikan tugas anak, apapun     bentuknya. Anak harus menikmati hasil karyanya. Ini juga akan membangun     rasa percaya diri terhadap hasil tulisannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah sisi positif dari hasil tulisan anak. Berikan pujian ketimbang    mengkritiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anak meniru-niru tulisan penulis yang dikaguminya, jangan khawatir    karena itu justru merupakan awal yang baik. Suatu saat ia akan menemukan    dirinya sendiri dan menjadi penulis yang orisinil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorong anak untuk menulis surat, ucapan kepada keluarga dan teman pada    kartu ucapan yang kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasakan anak untuk mencatat apa saja, mulai dari syair lagu hingga    beragam kutipan menarik dari mana saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasakan anak membuat daftar buku miliknya, daftar mainan, hingga daftar    barang bawaan. Hal ini akan membantunya mengembangkan pola pikir yang    teratur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan anak membuat catatan harian sebagai sarana untuk mencurahkan    pikiran dan perasaan secara bebas. (Chic)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from KCM&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113825158826218891?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113825158826218891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113825158826218891&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113825158826218891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113825158826218891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/01/memperkenalkan-anak-seni-menulis.html' title='Memperkenalkan Anak Seni Menulis'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113825091735124923</id><published>2006-01-25T20:39:00.000-08:00</published><updated>2006-01-28T04:44:02.903-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>9 Kesalahan Merawat Bayi &amp; Cara Menghindarinya</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Copy%20of%20Fioriku%20Sayang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/Copy%20of%20Fioriku%20Sayang.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Walaupun orang tua sudah berusaha merawat bayinya sebaik mungkin dan sarat dengan teori-teori yang dibaca dari buku-buku mengenai cara merawat bayi/anak, ibu dan ayah yang baru memiliki bayi masih sering melakukan kesalahan. Mulai dari bayi yang tidak berhenti menangis sampai harus ke ruang gawat darurat sebuah rumah sakit. Berikut kesalahan yang kerap dilakukan dan cara mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menengok bayi yang baru lahir&lt;br /&gt;Bayi berusia di bawah enam bulan memerlukan waktu untuk membentuk sistem ketahanan tubuh yang kuat. Oleh sebab itu Anda tidak boleh sungkan-sungkan meminta teman atau kerabat yang datang untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi Anda dan minta pada mereka untuk tidak berada terlalu dekat dengan bayi, terutama bila mereka sedang batuk dan flu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hindari keramaian. Bila harus membawa si kecil keluar rumah, gendong anak dan hadapkan mukanya ke wajah anda untuk menghindari orang yang tak dikenal berada dekat-dekat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pakaian&lt;br /&gt;Bayi yang baru lahir sangat mudah kepanasan. Jadi sebaiknya pakaikan baju yang tidak terlalu tertutup. Kenakan baju bayi sesuai cuaca sehingga dia tidak merasa terlalu kepanasan atau kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kunci sebagai pengganti mainan&lt;br /&gt;Membiarkan anak Anda bermain dengan kunci sebagai pengganti mainan akan berisiko kunci tersebut dimasukkan kedalam mulutnya. Bila gigi si kecil mulai tumbuh, simpan kunci-kunci karena kunci biasanya mengandung timah. Walaupun kadarnya rendah, tetap merupakan salah satu faktor penyebab penurunan IQ. Kadar timah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidur tengkurap&lt;br /&gt;Penelitian menunjukan, bayi yang tidur tengkurap di atas selimut yang lembut berisiko 21 kali lipat terserang SIDS (sudden infant death syndrome/ sindroma kematian bayi mendadak) dibanding bayi yang tidur telentang di atas selimut yang tak terlalu lembut atau mudah bergeser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kekurangan cairan pada bayi yang tidak rewel&lt;br /&gt;Ada bayi yang tenang dan tidak rewel dan orang tua mengira bayinya tidak lapar. Hal ini ternyata keliru. Beri makanan secara teratur dan perhatikan apakah ia sudah cukup makan atau belum. Tanda-tanda seorang bayi cukup makan adalah bila bayi mengompol paling tidak 6 kali dalam sehari pada usia satu minggu pertama sesudah kelahirannya. Bila Anda tidak melihat tanda-tanda ini, konsultasikan ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Antibiotik&lt;br /&gt;Banyak orang tua yang meminta dokter untuk memberikan antibiotik pada buah hatinya yang sedang sakit. Antibiotik tidak baik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus yang umum seperti flu, muntah-muntah, diare, dan sakit tenggorokan (kecuali bila infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptokokus).Selain itu, kebiasaan mengkonsumsi antibiotik menyebabkan bayi menjadi kebal dan pada saat yang diperlukan antibiotik menjadi tidak berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dosis tepat&lt;br /&gt;Beri obat pada si kecil sesuai dengan dosis yang disarankan. Dosis untuk bayi dan pada anak yang usianya lebih tua tidaklah sama. Untuk menghindari pemberian dosis yang berlebihan, ikuti saran yang diberikan oleh dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Benda-benda berbahaya&lt;br /&gt;"Suatu hari saya menemukan kapur barus didalam hidung anak saya." cerita seorang ibu yang memiliki balita 1,5 tahun. Begitu si kecil dapat merangkak, periksa seluruh sudut rumah Anda, perhatikan hal-hal yang berbahaya yang dapat dijangkau oleh anak Anda. Pindahkan stop kontak yang berada dibawah, dan singkirkan vas, pajangan-pajangan lain yang terbuat dari pecah belah, ujung furniture yang runcing, dan simpan obat-obatan dari jangkauan anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Anggapan bahwa alami berarti aman&lt;br /&gt;Jangan menganggap bahwa produk alami berarti aman untuk anak Anda sampai Anda mendapatkan kepastiannya dari dokter. Hal yang sama berlaku bagi obat-obatan yang dapat Anda temukan di internet. Cetak informasi tersebut dan konsultasikan pada dokter anak Anda. (NOVA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from KCM&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113825091735124923?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113825091735124923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113825091735124923&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113825091735124923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113825091735124923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/01/9-kesalahan-merawat-bayi-cara.html' title='9 Kesalahan Merawat Bayi &amp; Cara Menghindarinya'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113825031177085181</id><published>2006-01-25T20:38:00.000-08:00</published><updated>2006-01-28T04:45:43.363-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>9 Keinginan Anak dari Orang Tua</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/PHOT0016.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/PHOT0016.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata anak pun punya harapan kepada orang tua. Mereka menginginkan orang tua yang punya waktu luang untuknya, yang mau berbagi, dan sebagainya. Apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Waktu luang &lt;br /&gt;Boleh saja Anda sibuk berkarier diluar rumah, karena tujuan bekerja pasti untuk anak juga. Namun, anak pun menginginkan Anda memiliki waktu luang baginya. Jadi, Anda harus pintar me-manage waktu. Yang pasti Anda harus menetapkan hari libur yang tak boleh lagi diusik dengan pekerjaan. Pergunakanlah waktu libur bersama anak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kasih sayang&lt;br /&gt;Kebutuhan anak tak hanya kebutuhan fisik. Kasih sayang dan perhatian andalah yang paling penting untuk anak. Bentuk perhatian tidak perlu harus dengan hadiah, tetapi dengan menemaninya belajar ataupun bermain, sudah cukup penting membuat anak senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak bertengkar&lt;br /&gt;Orang tua kadangkala tidak menyadari, saat emosi mereka memuncak, masalah anak dikesampingkan.Secara psikologis, ini tidak baik untuk perkembangan anak. Jiwanya akan tertekan dan ia akan bingung, siapa yang harus dibela dan disalahkan. Jika persoalan muncul, sebaiknya selesaikan saat anak tidak dirumah atau sedang tidur, sehingga ia tidak melihat atau mendengarkan orangtuanya bertengkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak pilih kasih&lt;br /&gt;Jangan sesekali membedakan kasih sayang antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jelas ini akan membuat anak yang di nomor duakan cemburu. Jangan pernah membuat batasan, yang bungsu harus lebih disayang daripada yang besar. kalau tidak ingin diprotes anak, bersikaplah adil dalam memberikan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ramah&lt;br /&gt;Sikap orangtua yang tidak bersahabat dengan teman-teman si kecil jelas akan membuat si kecil tidak nyaman. Dan ini sangat sering terjadi. Meski suasana hati sedang tidak nyaman, cobalah tetap bersikap ramah pada teman-teman si kecil. Ingat anak tak siap menerima perlakuan seperti itu dan akan berontak jika orangtuanya mempermalukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menepati janji&lt;br /&gt;Janji adalah utang yang harus ditepati. Sebaiknya jangan memberikan janji pada anak, jika hal itu hanya Anda maksudkan dengan bercanda atau tidak bersungguh-sungguh. Anda tidak maukan di cap anak sebagai orangtua pembohong? Jika Anda sudah terlanjur berjanji sebaiknya ditepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pintar&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu Anda ketahui, anak juga ingin punya orangtua yang pintar dan cekatan. Tidak perlu harus menjadi seorang profesor, tetapi setiap kali anak bertanya, Anda bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jadi teman&lt;br /&gt;Hubungan anak dengan orangtua kadang tidak harmonis, karena orangtua sering membuat batasan, tidak mau mengakrabkan diri pada anak dengan alasan agar anak segan. Cobalah agar menata kembali hubungan Anda dengan anak agr lebih akrab. Sehingga posisi Anda tak hanya sebagai orangtua saja, tetapi bisa juga sebagai teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mampu mengatasi masalah&lt;br /&gt;Seringkali orangtua tidak menyadari sikapnya, dan mengeluh di depan anak. Keluhan Anda pun bermacam-macam, dari masalah keluarga sampai dengan urusan pekerjaan. Padahal itu tidak perlu. Kenapa harus berbagi masalah dengan anak. Apa yang dapat Anda harapkan dari anak yang masih kecil dan pola pikirannya belum luas? Bicarakan masalah Anda dengan pasangan ataupun orang yang lebih tua yang dapat memahami masalah tersebut. (Nova)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis:  Zrp &lt;br /&gt;Taken from KCM&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113825031177085181?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113825031177085181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113825031177085181&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113825031177085181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113825031177085181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2006/01/9-keinginan-anak-dari-orang-tua.html' title='9 Keinginan Anak dari Orang Tua'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113332004304751111</id><published>2005-11-29T19:06:00.000-08:00</published><updated>2005-11-29T19:10:06.500-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Pengaruh Media Terhadap Kognisi Anak (Mengenai Konsep Teroris)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/TV.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/320/TV.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Media mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan kognisi seseorang. Media memberikan informasi dan pengetahuan yang pada akhirnya dapat membentuk persepsi. Dan penelitian menunjukan bahwa persepsi mempengaruhi sikap (attitude) dan perilaku seseorang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kognisi adalah semua proses yang terjadi di fikiran kita yaitu, melihat, mengamati, mengingat, mempersepsikan sesuatu, membayangkan sesuatu, berfikir, menduga, menilai, mempertimbangkan dan memperkirakan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut survey yang dilakukan the Pew Research Center and the Pew Forum on Religion and Public Life, dalam 1 tahun terjadi peningkatan yang signifikan mengenai jumlah orang amerika yang memandang Islam sebagai agama yang memicu kekerasan. Survey dilaksanakan pada bulan maret 2002 dan   juli  2003   dengan    sample     orang     amerika    dewasa &lt;br /&gt;berjumlah 2.002 orang. Hasilnya menunjukan pada tahun 2002, 25% dari mereka mengatakan bahwa Islam adalah agama yang memicu kekerasan dan pada tahun 2003 prosentasi ini meningkat tajam menjadi 44%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak variable yang bisa dikatakan mempengaruhi peningkatan tersebut, dan faktor pengaruh media pasti ada didalamnya. Sejak peristiwa 9/11 sampai dengan saat ini, hampir setiap hari ada pemberitaan ataupun pembahasan mengenai teroris, dan selalu dikaitkan dengan Islam. Jadi sebuah konsekwensi logis jika dalam setahun (2002-2003) terjadi peningkatan yang tajam mengenai impresi Islam terkait dengan kekerasan dan terorisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika merupakan salah satu negara yang paling gencar memberikan asosiasi Islam-terorisme melalui media,  terutama sejak kejadian 9/11. Padahal kenyataan menurut data biro keamanan departemen luar negeri AS tahun 1990 seperti ditulis oleh Aswar Hasan di Kompas Cyber Media edisi 19 april 2002,  dari 233 insiden teroris anti amerika, hanya 8 yang berhubungan dengan arab, dan berdasarkan peta terorisme global, terorisme paling banyak terjadi di Amerika Latin yaitu 162 kasus, di Asia terjadi 96 kasus sedangkan di Timur tengah hanya 63 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha  Amerika menggunakan media sebagai medium pembentukan kognisinya juga bisa dilihat dari kasus penayangan film American Exposure pada tentaranya yang akan berperang. Seperti diwartakan oleh Aswar Hasan :&lt;br /&gt;Film itu berdurasi 40 menit, dengan paparan kisah yang sarat propaganda justifikasi stereotipe aktivis Islam teroris. Film itu menggambarkan bagaimana bom meledak di sana sini, korban berserakan, bersimbah darah, dan di antaranya, ada yang menangisi tubuh korban yang terkena bom. Di tengah hiruk-pikuk ledakan bom, sekelompok kaum muslimin tampak sedang shalat berjamaah. Setelah itu, muncul komentar, "Era Baru fundamentalisme Islam Mujahidin sedang bangkit". "Karena itu, jika mereka bersedia mati untuk Tuhan, mungkin kita perlu datang ke sana, untuk menyelamatkan mereka". &lt;br /&gt;Pada adegan lain, tampil seorang wanita tua bertubuh kecil, berjalan, diikuti komentar sang narator, "...dia bisa saja merupakan teroris. Mereka, patut kita curigai. Jangan mudah percaya, sepanjang dia muslim aktivis. Begitu pula, saat layar memperlihatkan gambar sekelompok anak-anak muslim, maka si narator pun menambahkan, "Mereka boleh jadi merupakan teroris masa depan". &lt;br /&gt;Usai pemutaran film, pertanyaan pertama yang diajukan kepada para prajurit yang menontonnya adalah; "Bagaimana bila kita angkat senjata dan menghancurkan mereka?" Spontan prajurit Amerika yang mengikuti pelatihan itu berkomentar; "Rasanya, kita benar-benar perlu turun tangan menghancurkan mereka. Dengan begitu, dunia ini akan menjadi aman dan damai, dan itu sesuai tugas kita sebagai Polisi Dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Amerika tersebut merupakan upaya brainwashed dengan membentuk kognisi, persepsi dengan perantara media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kejadian di setiap pelosok dunia diwartakan oleh media, baik itu media televisi, koran, majalah, internet, dan lain sebagainya. Penyajian berita, pilihan angle, pilihan highlight kalimat, akan diterima oleh pembacanya. Kenyataannya menurut Fiske &amp; Taylor (1991), masyarakat memandang bahwa berita dimedia adalah sebuah kebenaran, dalam artian masyarakat umum cenderung menerimanya secara naif, menerima begitu saja berita-berita tersebut tanpa mempertanyakan ke-valid-an berita tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pemberitaaan media memberikan masukan kepada kognisi individu, dan kognisi akan membentuk sikap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap &lt;br /&gt;Baron (1979); Fishbein and Azjen 1975 (dalam Baron, 1979); Kiesler and Munson 1975 (dalam Baron, 1979) mendefinisikan sikap sebagai kesatuan perasaan (feelings), keyakinan (beliefs), dan kecenderungan berperilaku (behavior tendencies) terhadap orang lain, kelompok, faham, dan objek-objek yang relatif menetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga komponen sikap yaitu (1) afektif (affective), yang didalamnya termasuk perasaan suka tidak suka terhadap suatu objek atau orang; (2) kognitif, termasuk keyakinan tentang objek atau orang tersebut ; dan (3) perilaku, yaitu kecenderungan untuk bereaksi tertentu terhadap objek atau orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap merupakan kajian yang sangat krusial karena sikap berperan sangat penting dalam setiap aspek dalam kehidupan sosial. Pertama, sikap pada dasarnya mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam hubungan kita dengan orang lain. Sebagai contoh sikap yang positif terhadap seseorang membuat kita senang bertemu dengan orang itu, bahkan melakukan sesuatu untuk dia, mengimitasi perilakunya, dll. Sementara sikap yang negatif membuat kita cenderung menolak, menghindari, bahkan mungkin berperilaku kasar terhadap orang tersebut. Kedua, sikap mempengaruhi banyak keputusan-keputusan penting kita. Pilihan kita pada masa pemilihan presiden, gaya hidup, jurusan kuliah, semua dipengaruhi sikap kita terhadap orang dan objek-objek tersebut. Ketiga, sikap menentukan posisi kita ketika kita dihadapkan dengan isu-isu sosial yang krusial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Sikap&lt;br /&gt;Menurut Baron (1979), ada tiga proses yang sangat sederhana tetapi mempunyai efek yang sangat kuat terhadap pembentukan sikap. Yaitu classical conditioning, instrumental conditioning dan observational learning. Pada tulisan ini saya hanya menekankan pada classical conditioning, karena menurut saya proses inilah yang sedang terjadi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classical conditioning yaitu proses dimana beberapa stimulus yang bersifat netral, yaitu tidak mempunyai efek untuk memicu repon positif ataupun negatif, secara bertahap mempunyai efek itu (memicu respon positif ataupun negatif), setelah dilakukan pemasangan/asosiasi dengan stimulus lain yang memang pada dasarnya mempunyai efek memicu respon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Islam yang mempunyai efek netral, ketika dipasangkan dengan kata teroris yang mempunyai efek negatif, maka jika dilakukan pemasangan  (pengasosiasian) secara terus menerus akan membuat kata Islam mempunyai efek yang sama dengan kata teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah experimen yang dilakukan oleh Staats and Staats (1958) membuktikan efek classical conditioning tersebut. Mereka memasangkan/mengasosiasikan nama negara Belanda dengan kata-kata positif dan memasangkan nama negara Swedia dengan kata-kata yang negatif. Caranya yaitu setiap kata nama negara Belanda ditampilkan experimenter mengucapkan kata-kata yang positif seperti hadiah, senang, bersih, dll. Dan kebalikannya ketika nama negara swedia ditampilkan di monitor, kata-kata yang diucapkan seperti : jelek, kotor, pahit, kegagalan, dsb. Kemudian setelah beberapa menit experimenter meminta para subjek penelitian untuk memberikan impresi mereka tentang kedua negara tersebut, dan ternyata Belanda mendapat rating yang lebih positif dibanding Swedia. Perlu digaris bawahi bahwa pemasangan tersebut hanya dilakukan dalam beberapa menit dan sudah memberikan dampak kepada subjek penelitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Pembentukan Asosiasi Teroris – Islam&lt;br /&gt;Pemberitaan di media yang selalu menyandingkan kata teroris dan Islam menciptakan asosiasi yang kuat antara kedua kata tersebut. Setiap hari kita disajikan berita terorisme yang terkait dengan Islam. Dipelosok dunia manapun dan kapanpun waktunya publik selalu disajikan dengan asosiasi tersebut. Proses asosiasi tersebut bagaikan memenuhi seluruh ruang dan waktu. Experiment oleh Staats yang hanya dilakukan dalam beberapa menit telah memberikan dampak yang begitu nyata, bayangkan betapa dahsyatnya dampak proses asosiasi ini yang telah berlangsung bertahun-tahun, sedang dan masih akan berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atkinson &amp; Shiffrin (1971) mengatakan bahwa semua rangsangan stimulus baik itu objek visual, auditif maupun konatif diterima oleh organ-organ indera (sensory memory) dan diteruskan ke working memory atau kadang disebut juga  Short Term Memory (STM) akhirnya berlabuh di Long Term Memory (LTM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stimulus diterima oleh SM hanya beberapa detik, dan jika seseorang memberikan perhatian pada stimulus, maka stimulus itu akan memasuki STM/WM yang mampu menyimpan memori sampai dengan sekitar 20 detik, jika ada perhatian, usaha ataupun proses pada tahapan ini, maka stimulus itupun akan tersimpan di LTM secara permanen. Tanpa perhatian dan proses yang lebih kompleks pada setiap proses, akan mengakibatkan lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai penelitian menunjukan bahwa metode mengingat asosiasi merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk meningkatkan kemampuan dalam mengingat.  Sesungguhnya kita kerap menggunakan metode ini dalam aktifitas sehari-hari. Jika kita baru berkenalan dengan seseorang, maka untuk mengingat dan menyimpan data dimemori tentang orang tersebut kita biasanya menggunakan asosiasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan anda berkenalan dengan X untuk pertamakali, maka wajah X akan anda simpan dimemori, dan diasosiasikan dengan data-data yang berhasil didapat. Misalkan data lainnya adalah X cantik, murah senyum, ada tahi lalat di hidung, dll. Sehingga dikemudian hari jika anda mendengar seseorang menyebut nama X maka muncullah data-data yang terasosiasi dengan nama orang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi pengasosiasian oleh media antara kata teroris dan Islam, sesungguhnya yang juga terjadi adalah asosiasi atas semua data yang terkait dengan teroris dan segala data yang terkait dengan Islam yang telah tersimpan dimemori seseorang. Misalkan dalam kognisi si fulan berdasarkan data akumulatif yang terkumpul sepanjang hidupnya, kata teroris berasosiasi dengan kata bom, pembunuhan, pelakunya menggunakan topeng, sadis, biadab, dll. Sedangkan kata Islam berasosiasi dengan  orang yang mengenakan kopyah, berjenggot, sholat, orang Indonesia, orang Arab, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERORIS = PEMBUNUH, PELAKU PENGEBOMAN, MENGENAKAN TOPENG, DLL.&lt;br /&gt;+&lt;br /&gt;ISLAM = ORANG ARAB, ORANG INDONESIA, MENGENAKAN KOPYAH, SHOLAT, DLL.&lt;br /&gt;=&lt;br /&gt;ORANG ISLAM ADALAH TERORIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagai asosiasi kedua kata tersebut muncul kesimpulan bahwa orang Islam, yang suka sholat, mengenakan kopyah, dan berjanggut adalah teroris, orang yang suka membunuh, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kognisi kita akan terefleksi pada sikap kita terhadap sesuatu, yang berarti hasil asosiasi teroris-Islam yang tertanam dalam benak tiap-tiap orang akan mempengaruhi sikapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Asosiasi teroris-Islam terhadap kognisi anak-anak&lt;br /&gt;Sampai dengan mereka setidaknya remaja, kebanyakan anak-anak mempunyai sikap yang sama dengan orang tua mereka. Mereka setuju dengan orang tua mereka atas semua isu. Anak-anak mengadopsi keyakinan dan sikap suka tidak suka terhadap sesuatu, baik itu mengenai makanan, pakaian bahkan pilihan akan partai. Bahkan Baron (1979) mengatakan bahwa anak-anak seringkali merupakan foto kopi orang tua mereka. Dan anak-anak cenderung mengikuti sikap orang tuanya secara buta, tanpa dasar kognitif yang rasional. Yang membedakan dampak media antara bagi orang dewasa dengan anak-anak adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama anak-anak masih mempunyai keterbatasan pengetahuan dan kemampuan untuk menganalisa kejadian, dan hal tersebut akan membuat mereka dengan mudah menerima asosiasi teroris-Islam. Mereka akan menerima semua berita itu tanpa banyak perlawanan. Anak-anak setiap saat melihat di televisi, membaca dikoran tentang terorisme-Islam. Walaupun tidak seintens individu-individu dewasa dalam mengakses berita tetapi proses yang sama dalam kadar yang berbeda juga terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, karena usia yang masih muda anak-anak akan mengalami proses ini secara lebih lama, yang akan memberikan efek yang lebih mendalam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dengan kognisi, belief dan afeksi yang telah tertanam lama, sebagai para pemimpin dimasa mendatang probabilitas bahwa mereka akan berperilaku negatif terhadap Islam menjadi sangat besar.  Dan perilaku ini akan menjadi perilaku kolektif diseluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi-asumsi tersebut Islam akan semakin termajinalkan dimasa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Meng-counter&lt;br /&gt;Pemberitaan tentang Islam yang tidak proporsional akan menciptakan image yang disequilibrium tentang pemahaman Islam. Pemberitaan yang baik harus cover both side, seimbang, tidak hanya meng-highlight terorisme yang dilakukan oleh segelintir orang Islam, tetapi juga hal-hal positif yang dilakukan orang-orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya menyeimbangkan proses yang telah begitu lama dan kuat memang relatif sulit, tapi upaya harus dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bronfenbrenner mengatakan bahwa hal-hal yang mempengaruhi individu mempunyai tingkatan-tingkatan. Pengaruh utama adalah dari keluarga, lalu sekolah, kemudian media dan kebijakan pemerintah. Upaya mengcounter harus dilakukan secara simultan pada semua tingkatan-tingkatan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai lingkungan terdekat, keluarga dapat menyeimbangkan asosiasi negatif tersebut. Kemudian otoritas formal lain selain orang tua seperti guru, media, juga bisa mulai menyajikan berita yang seimbang, dan pemerintah sebaiknya mendukung dengan peraturan-peraturan yang membuat aturan main yang jelas sehingga asas keseimbangan tetap dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar bacaan&lt;br /&gt;· Alam, W. Media and Communications in The Third World: Impact of Media on Society. Kanishka Publisher, 2000.&lt;br /&gt;· Baron, R.A. Psychology. Allyn &amp; Bacon,1998&lt;br /&gt;· Baron, R.A. Social Psychology, Understanding Human Interaction. Allyn &amp; Bacon, 1979&lt;br /&gt;· Bhatnagar. R.V. Media and Communications in The Third World: Social Impact of The Electronic Media. Kanishka Publisher, 2000&lt;br /&gt;· Chaplin, C.P. Kamus Lengkap Psikologi. PT. RajaGrafindo Persada, 1993&lt;br /&gt;· Fiske, S.T &amp; Taylor, S.E. Social Cognition. 2nd ed. McGraw Hill, 1991.&lt;br /&gt;· Gazali, E. Without Media There Can Be No Terrorism.  www.kompas.com.&lt;br /&gt;· Hasan, A. Ekspose Terorisme Dalam Justifikasi Stereotipe Aktivis Islam. www.kompas.com. 2002.&lt;br /&gt;· Lindsay, P.H. &amp; Norman, D.A. Human Information Processing. 2nd ed, Academic Press, 1977&lt;br /&gt;· Morgan and King R.A. Introduction To Psychology. 7th ed, Tata McGraw Hill, 1996.&lt;br /&gt;· The Pew Research Center. Growing Number of Americans Say Islam encourages Violance among Followers.  WWW.pewglobal.org. 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Lukman Nul Hakim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113332004304751111?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113332004304751111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113332004304751111&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113332004304751111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113332004304751111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/pengaruh-media-terhadap-kognisi-anak.html' title='Pengaruh Media Terhadap Kognisi Anak (Mengenai Konsep Teroris)'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113294973058412099</id><published>2005-11-25T12:07:00.000-08:00</published><updated>2005-11-27T11:50:49.576-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daily Life'/><title type='text'>Foto - Foto Kedatangan Presiden Ke Delhi India</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/SBY2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/320/SBY2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/With%20Friends.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/320/With%20Friends.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Presiden%20tiba%202.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/320/Presiden%20tiba%202.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Andi%20Mallaranggeng.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/320/Andi%20Mallaranggeng.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Bersama%20Yusril.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/320/Bersama%20Yusril.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113294973058412099?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113294973058412099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113294973058412099&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113294973058412099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113294973058412099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/foto-foto-kedatangan-presiden-ke-delhi.html' title='Foto - Foto Kedatangan Presiden Ke Delhi India'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113276587017505070</id><published>2005-11-23T09:09:00.000-08:00</published><updated>2006-01-28T04:54:44.076-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Today, 23 November 2005</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/images%20india.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/images%20india.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Friends, I have some thought to share with you guys. Aku hari ini bertemu dengan para pemimpin bangsa kita, aku bertemu Presiden Republik Indonesia, para menteri dan stafnya. &lt;span class="fullpost"&gt;Kami berkesempatan untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada pak Presiden, dan beliau menjawabnya. Hari ini yang berkesempatan mengajukan pertanyaan adalah rekan Doni, pekerja di perusahaan IT di India asal Indonesia, rekan Tylla dan rekan Jusman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah acara ramah tamah dan tanya jawab selesai, kita makan siang. Selesai makan aku langsung bergegas keluar, mencari orang-orang ‘penting’ yang bisa diajak ngobrol secara informal, tujuanku satu, aku mau share pengalamanku di India, ada hal-hal di India yang bagus yang menurutku sebaiknya direnungkan, dan sekiranya cocok dengan iklim di Indonesia bisa diimplementasikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku berhasil. Aku ‘menemukan’ Bung Andi Malaranggeng. Wah pikirku bagus sekali kalo bisa ngobrol sama dia, karena dia salah seorang penasihat presiden yang omongannya tentunya didengar. Mudah-mudahan pikiranku bisa menarik perhatiannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah berbasa-basi, dia bilang ‘saya tidak setuju jika teman kamu bilang bahwa pendidikan kita kalah dibanding India’. Saya bilang bilang saya setuju dengan dia, dalam artian untuk mengklaim bahwa pendidikan kita kalah dibanding India harus ada research yang komprehensif terlebih dahulu. Kemudian dia menambahkan kata-katanya, kira-kira begini, ‘coba bandingkan gedung-gedung di India sama Indonesia, kalah banget sama negara kita’. Dueng... saya kaget mendengarnya, kok jadi masalah gedung yang sangat ‘fisik’ sekali yang diperhatikannya. Saya langsung menjawab, ‘justru disitu bang kelebihan India dibanding kita, kita sangat peduli sama fisik, tapi tidak sama esensinya. Kalo abang dateng ke kampus saya di Jamia Millia, kampus saya kalah bang sama UI, dari segi kemoderenan fasilitas, tapi lihat laboratoriumnya, lengkap bang, memang bukan barang-barang yang bagus, shiny, tapi bisa dipake dan lengkap’, diapun manggut-manggut. Kemudian dia bilang lagi, ‘tadi temanmu bilang soal pendidikan law kita kalah, padahal UGM rangking 200 lho!’, langsung saya jawab lagi, ‘iya betul nomor 200, tapi kampusnya teman saya DU itu nomor 3’. Dia manggut-manggut lagi. 'Bahkan jurusan Mass Communication kampus saya the best di Asia bang' Kemudian diapun mengalihkan pembicaraan ke materi lain. Mengenai kenapa bisa cuma ada seratusan mahasiswa Indonesia disini, soal asal kampus saya di Indonesia, dan lain-lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku sedih bung Andi hanya melihat fisik dalam membandingkan India dengan Indonesia. Tapi kemudian aku berfikir.  5 bulan yang lalu akupun melakukan hal yang sama dengan Bung Andi. Aku sangat compare Infrastruktur India sama Indonesia. Tapi setelah beberapa bulan disini, aku memahami hal yang lain. Di India orang tidak very much concern dengan fisik, dan karena itulah -menurutku/mungkin- disini biaya kuliah, buku bisa murah. Ada banyak kemungkinan kenapa mereka tidak concern dengan fisik. Mungkin karena memang mereka sederhana, mungkin karena mereka tidak punya duit untuk yang fancy, atau mungkin mereka tidak perduli karena tidak punya sense of well appearance dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi apapun alasannya, yang pasti hal itu membuat  masyarakat India lebih mendapatkan kesempatan untuk merasakan pendidikan, dan lebih punya kesempatan untuk baca koran, baca buku.  Karena murah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Friends, mungkin yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa-i Indonesia di India adalah lebih menyebarkan pengalaman kita ke lebih banyak orang sehingga mungkin India’s sense of simple life (if it is the case, even, let's think that this is the case) bisa tersebar ke lebih banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Lukman Nul Hakim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113276587017505070?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113276587017505070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113276587017505070&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113276587017505070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113276587017505070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/today-23-november-2005.html' title='Today, 23 November 2005'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113246496997810376</id><published>2005-11-19T20:46:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T06:09:57.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Saya Memilih Menjadi Pengusaha Saja</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Businessman.1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/Businessman.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Waktu SD saya bercita-cita menjadi tentara. Karena saya sering melihat ABRI -sekarang TNI- yang lari mars didepan rumah, maklum rumah dekat kompleks kostrad AD batalyon 328 kujang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu SMP kelas satu sering melihat dokter yang berbaju putih-putih, karena disekitar sekolahku ada setidaknya 3 rumah sakit. Maka cita-cita berubah: menjadi dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMP kelas 3, karena suka belajar bahasa, dan banyak bahasan mengenai luar negeri, cita-cita berubah lagi. Ingin berpetualang di luar negeri, jadi apa saja, jadi pramugara, diplomat...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur 20, pertanyaan besar muncul dikepala. What is the purpose of your life?? Hasil kontemplasi mengatakan tujuan hidup saya adalah agar berguna bagi orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tentara? nggak lah, it's not my world...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi pramugara? tujuannya sebenarnya hanya untuk berpetualang keluar negeri. Tapi setelah dipikir-pikir, ngapain pergi keluar negeri dengan melayani orang. Karena jadi pramugara berarti menjadi pelayan dalam artian yang sebenarnya...kan lebih enak jadi yang dilayani &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diplomat..? setelah merasakan tinggal sebentar di Belgia, nampaknya aku bukan tipe yang nyaman tinggal berlama-lama dinegeri orang. Untuk kuliah yang hanya 2 atau 3 tahun is fine, tapi far away from my beloved country for a long-long time??     Hmm.... I don't think so...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dokter? sebenarnya esensinya adalah membantu orang lain, menyembuhkan, kemudian dijustifikasi untuk menjadi psikolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasakan kerja untuk diri sendiri (saya mempunyai 2 usaha, yaitu usaha kursus bahasa Quick Study Centre di Depok dan usaha percetakan Fiori Printing), kerja untuk orang lain, dan melihat realitas disekeliling, saya memutuskan untuk memilih menjadi pengusaha saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Pertama, kerja untuk diri sendiri, kita bisa mengatur ritme waktu kerja kita sendiri. Kedua, walaupun kerja untuk diri sendiri seringkali malah membuat waktu kerja lebih banyak daripada kerja untuk orang lain, tetapi kepuasannya jauh berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi dosen? Ya itu juga aktifitas yang saya jalani di Indonesia, tapi itu bukan untuk dijadikan sumber utama, itu semata-mata tuntutan moral untuk menyebarkan ilmu yang telah saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi Pengusaha, Insya Allah jika kita maju, kita akan dilayani oleh pramugara-pramugari, bisa travelling around, gak usah muluk-muluk travelling around the world dulu, around Jakarta dulu saja, lalu Indonesia, baru travel to other countries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Lukman Nul Hakim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113246496997810376?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113246496997810376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113246496997810376&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113246496997810376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113246496997810376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/saya-memilih-menjadi-pengusaha-saja.html' title='Saya Memilih Menjadi Pengusaha Saja'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113246143070545696</id><published>2005-11-19T20:21:00.000-08:00</published><updated>2005-11-28T07:50:24.993-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Berinvestasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/investasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/investasi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Ini adalah tips praktis dalam mengantisipasi permasalahan keuangan. Didapat berdasarkan pengalaman pribadi dan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sedang mempunyai uang berlebih maka selain uang tersebut bisa kita tabung dibank, maka pilihan lain kita bisa menabungnya dalam bentuk yang lain. Yaitu menginvestasikannya. Jika anda berani anda bisa ikutan bermain saham, tapi jika tidak, berinvestasi yang konvensional saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika &lt;span class="fullpost"&gt;uang lebihnya banyak, pilihan menarik adalah membeli tanah. Membeli tanah kita tidak akan pernah rugi, karena peningkatan harga tanah seringkali lebih tinggi dari peningkatan suku bunga bank. Dan kelebihan berinvestasi ditanah adalah, ketika kita membutuhkan uang, kita cukup menggadaikannya di bank. Prosedurnya mudah, uang yang kita butuhkan kita dapat, dan tanah kita tidak hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika uang kita masih kapasitas kecil, pilihlah berinvestasi di emas. Seperti halnya tanah kita juga tidak akan rugi, karena harga emas tidak pernah turun, selalu naik. Seperti halnya tanah, kelebihan emas adalah ketika kita membutuhkan uang, kita cukup menggadaikannya di pegadaian. Prosedurnya mudah, uang yang kita butuhkan kita dapat, dan emas kita tidak hilang. Dalam berinvestasi di emas, jangan membeli emas yang banyak ornamennya, seperti batu dan semacamnya karena akan mengurangi nilai taksir emas tersebut. Belilah emas murni, emas koin, emas batangan yang kandungan emasnya 99%, karena nilai taksirnya lebih tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Lukman Nul Hakim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113246143070545696?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113246143070545696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113246143070545696&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113246143070545696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113246143070545696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/berinvestasi.html' title='Berinvestasi'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113246008456742780</id><published>2005-11-19T19:18:00.001-08:00</published><updated>2005-11-29T19:16:59.193-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Memberi Kritik</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/images.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika sahabat anda melakukan sesuatu hal yang inappropriate. Ingin rasanya memberitahu dia tapi ada rasa tidak nyaman untuk mengatakannya karena takut ia tersinggung dan menjadi marah. Tapi anda merasa harus melakukan sesuatu karena dia adalah sahabat anda, karena sahabat yang baik seharusnya tidak membiarkan kawannya berjalan dijalur yang salah. Apa yang bisa dilakukan??&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:&lt;br /&gt;1. Ingat pesan nenek yang mengatakan bahwa 'Berilah pujian didepan banyak orang, tetapi berilah kritik ketika tidak ada orang'. Didepan banyak orang tidak melulu berarti didepan orang-orang secara face to face, didepan banyak orang juga berarti di televisi, radio, juga dimiling list, dimana banyak orang yang turut serta membaca kritikan anda. Dalam kondisi face to face, maka ajak teman anda ketempat dimana hanya ada kalian berdua. Dalam konteks milis, maka kirimlah email-kritik anda langsung ke alamat email kawan anda supaya tidak ada orang lain yang turut membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ingat selalu rumus '3 - 1'. Jika anda ingin mengkritik orang maka berilah ia pujian 3 kali, baru kemudian kritik satu kali. Karena berdasarkan research, sebuah kritik baru bisa terobati setelah seseorang mendapatkan setidaknya 5 hal positif (yang menyenangkan). Untuk memberi 5 pujian terlebih dahulu untuk satu kritik akan relatif sulit, so at least dengan 3 pujian, rasa tidak nyaman yang disebabkan kritikan bisa teredusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Katakan dengan bahasa yang tidak menyakitkan hati. Katakan dengan bahasa yang tidak menghakimi, halus dan sopan. Daripada mengatakan 'kamu salah', atau 'kamu bodoh sekali sih' lebih baik anda mengatakan 'menurutku daripada kamu melakukan ini, sebaiknya kamu melakukan itu deh'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebelum anda menyampaikan kritikan anda, refleksikan bahasa penyampaian kritik anda ke diri anda sendiri. Kira-kira jika ada orang lain yang berkata seperti ini ke saya, maka saya akan menerimanya dengan baik atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perhatikan individual differences dan cultural differences. Beberapa individu atau beberapa orang dari daerah tertentu cenderung terbiasa dengan kata-kata yang halus, pilihan kata yang menurut kita 'biasa' untuk orang dari komunitas kita belum tentu biasa untuk orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Lukman Nul Hakim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113246008456742780?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113246008456742780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113246008456742780&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113246008456742780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113246008456742780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/memberi-kritik.html' title='Memberi Kritik'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113245687518085683</id><published>2005-11-19T19:18:00.000-08:00</published><updated>2005-11-29T19:14:35.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>Pernikahan di Usia Muda Lebih Bahagia</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/dipangku%20papa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/dipangku%20papa.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Jangan menunggu terlalu lama untuk menikah! Sebuah survey mengatakan bahwa kehidupan perkawinan yang bahagia justru didapatkan mereka yang menikah di usia muda, yakni antara 23 hingga 27 tahun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini usia rata-rata pernikahan di Amerika dan beberapa negara di dunia adalah 26 tahun untuk wanita dan 27 tahun untuk pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam survey di atas dinanyakan beberapa hal seputar pernikahan dan perceraian, termasuk sikap yang berhubungan dengan hidup bersama pasangan dan mengasuh anak. Hasilnya, 88 persen responden mengatakan pernikahan seharusnya menjadi komitmen jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey ini dianalisis dan disusun oleh Norval Glenn, seorang profesor sosiologi dari Universitas Texas, untuk National Fatherhood Initiative, yang memberi bimbingan masalah pernikahan dan nilai-nilai keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glenn menjelaskan, untuk menentukan tingkat kebahagiaan dan kesuksesan dalam pernikahan, ia menghitung jawaban dari beberapa seri pertanyaan berdasarkan index statistik, termasuk menentukan lamanya pernikahan dan juga usia pernikahan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau penelitian menunjukkan banyak perkawinan usia muda yang bahagia, namun hasil penemuan ini tidak perlu membuat panik mereka yang usianya mendekati 30 tahun, katanya. "Pernikahan-pernikahan itu berjalan dengan baik, tapi mungkin tidak melulu berkaitan dengan usia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kekurangberhasilan yang lain bisa saja disebabkan karena mereka terlalu pemilih atau sebenarnya tidak terlalu berhasrat untuk menikah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan beberapa peneliti lain khawatir hasil penelitian - yang didasarkan survey telepon terhadap 1.503 pria dan wanita berusia minimal 18 di akhir 2003 dan awal 2004 ini - membuat kalang kabut mereka yang tidak memiliki ikatan, maupun mereka selalu berpikir tentang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai hasil penelitian ini dijadikan sebagai sebuah patokan," kata Stephanie Coontz, seorang profesor bidang studi sejarah dan keluarga di Evergreen State College in Olympia-Washington. "Inti sebenarnya adalah jika Anda memiliki hubungan yang baik dan ingin melakukan pernikahan, tidak ada alasan untuk menundanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrew Cherlin, seorang profesor bidang sosiologi dan kebijakan publik di Universitas John Hopkins di Baltimore, mengatakan menikah terlalu muda atau terlalu tua memiliki resiko perceraian lebih besar. Namun sekarang, denga makin banyaknya orang yang menunda untuk menikah, maka pemahaman "terlalu tua" itu juga berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahun 1950-an, usia 28 diangap usia yang terlambat untuk menikah. Sekarang, usia itu bukanlah usia yang terlalu tua, yang berarti banyak orang belum menikah yang bisa dipilih menjadi pasangan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Frank Frustenberg, seorang profesor sosiolog dari Universitas Pennsylvania, mengatakan pemahaman tentang usia pernikahan dari waktu ke waktu akan terus berubah, sehingga anggapan lama tentang usia ideal pernikahan tidak berlaku lagi. (k-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  USA Today/KCM 19/11/05&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113245687518085683?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113245687518085683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113245687518085683&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113245687518085683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113245687518085683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/pernikahan-di-usia-muda-lebih-bahagia.html' title='Pernikahan di Usia Muda Lebih Bahagia'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113238235888191487</id><published>2005-11-18T22:38:00.000-08:00</published><updated>2006-01-26T05:57:28.830-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>Komik Merefleksikan Reaksi Masyarakat Terhadap Ancaman</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/spiderman.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/spiderman.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Karakter dan daya tarik terhadap komik merefleksikan reaksi masyarakat terhadap ancaman sosial. Para ilmuwan di Smith College, Northampton, Massachusetts menyatakan bahwa komik merupakan refleksi bagaimana masyarakat bereaksi terhadap ancaman.Psikolog... &lt;span class="fullpost"&gt;Profesor Bill Peterson mengatakan, selama menghadapi ancaman sosial dan ketidakpastian ekonomi, kebanyakan orang menjadi lebih agresif, konvensional, dan tidak peduli dengan perasaan dan emosi. Penelitian yang dilakukannya menemukan bahwa karakter-karakter dalam komik merefleksikan perilaku yang sama.Di saat ancaman tinggi, misalnya saat krisis penyanderaan oleh militan Iran pada 1979, komik-komik yang muncul menampilkan gambar-gambar yang lebih agresif, fokus pada karakter pria, dan lebih sedikit introspeksi.Peterson dan koleganya mengamati delapan komik Marvel dengan empat judul yang menghadirkan pahlawan konvensional yang mewakili sifat baik AS (Captain America) dan manusia biasa (Spiderman). Empat pahlawan lainnya tidak terlalu konvensional dengan tema pengucilan oleh masyarakat (X-Men) dan sebuah pasukan siap siaga yang tinggal di kota yang kacau (Daredevil).Ketika dibandingkan jumlah penjualannya, judul yang tidak konvensional terjual lebih banyak selama situasi ancaman rendah dibandingkan saat situasi ancaman tinggi. Di lain pihak, komik berisi pahlawan konvensional mengalami penjualan rata-rata yang relatif tetap."Sebagai bagian budaya popular, komik merefleksikan periode sejarah di mana mereka dihasilkan," kata Peterson. Hasil penelitian ini akan dimuat dalam jurnal Political Psycology edisi Desember.Sumber:physorg.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113238235888191487?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113238235888191487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113238235888191487&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113238235888191487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113238235888191487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/komik-merefleksikan-reaksi-masyarakat.html' title='Komik Merefleksikan Reaksi Masyarakat Terhadap Ancaman'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113237790471717603</id><published>2005-11-18T21:16:00.002-08:00</published><updated>2005-11-29T19:19:05.240-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>Meredakan Nyeri Menggunakan Cermin</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/pain.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/pain.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Rasa sakit pada organ tubuh ternyata dapat dikurangi dengan menggunakan cermin. Para ilmuwan mengatakan, pengobatan tanpa obat ini bisa diterapkan pada pasien dengan sindrom rasa sakit sebagian (CRPS) dan cedera otot yang berulang (RSI). Alasannya, cara ini akan memicu otak untuk mengoreksi penyimpangan yang terdapat pada tubuh.&lt;br /&gt;CRPS terjadi pada satu dari tiga orang pasien yang mengalami patah tulang pada pergelangan tangan. Mereka merasakan...&lt;span class="fullpost"&gt; sakit yang terus menerus pada lengan, tangan, atau bahu setelah gips dilepaskan. Rasa yang timbul itu bisa sangat menyakitkan sehingga beberapa pasien ingin melakukan amputasi, ujar Candy McCabe, peneliti dari University of Bath di Inggris yang mengembangkan terapi cermin.&lt;br /&gt;Pada penelitian tersebut, delapan pasien CPRS diminta duduk di depan sebuah cemin panjang. Cermin ini ditempatkan sedemikian rupa sehingga tiap-tiap pasien hanya melihat bagian tubuhnya yang sehat serta bayangannya di cermin.&lt;br /&gt;Lengan yang mengalami nyeri disembunyikan dari pandangan mereka, dan bayangan pada cermin menunjukkan bahwa mereka seolah memiliki dua tangan yang sehat. Mereka kemudian diminta berkonsentrasi dan meyakini bayangan pada cermin itu adalah kondisi nyata.&lt;br /&gt;"Lewat cara ini, tiga pasien mengalami sembuh secara cepat, sedangkan yang lainnya membutuhkan waktu yang lebih lama," kata McCabe. "Namun, ketika cermin dipindahkan, rasa nyeri kembali muncul."&lt;br /&gt;Meski demikian, lewat terapi cermin secara terus-menerus, enam orang pasien dapat sembuh secara total. Dua pasien lain menjadi perkecualian karena mengalami komplikasi pada tungkai dan penyimpangan fisik yang nyata.&lt;br /&gt;Memperbaiki kesan tubuh&lt;br /&gt;Sejak percobaan McCabe sukses diterapkan pada pasien CPRS dan RSI, ia yakin bahwa rasa sakit timbul karena ketimpangan otak dalam mempersepsikan tubuh dengan kondisi tubuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Otak terus-menerus mengirimkan sinyal ke tubuh, memperkirakan hal-hal seperti bentuk dan ukuran bagian tubuh serta lokasinya. Sistem sensor syaraf meresponnya dengan mengirimkan kembali informasi itu, memungkinkan otak memperbaiki gambarannya terhadap tubuh.&lt;br /&gt;"Ketika lengan tidak dapat digerakkan karena di-gips, terjadilah ketimpangan persepsi," ujar McCabe, "Otak mengirimkan sinyal ke lengan tetapi tidak mendapatkan jawaban, sehingga otak akan membentuk sendiri kesan rasa sakit di bagian tubuh itu."&lt;br /&gt;Banyak orang sembuh dari ’kebingungan’ itu secara spontan ketika gips di lepaskan. Namun, sebagian lainnya akan terus merasakan sakit. "Nah, terapi cermin ini akan mempengaruhi kerja otak dengan menyusun kembali kesan akan tubuh dan menghentikan rasa sakit," ia menambahkan.&lt;br /&gt;Rasa yang mengganggu&lt;br /&gt;Dalam penelitian lebih lanjut untuk menguji teori ketidaksesuaian persepsi otak itu, McCabe dan teman-temannya dari Bath Royal National Hospital bagian penyakit rematik melakukan pengujian terhadap 41 sukarelawan yang bertubuh sehat.&lt;br /&gt;Seperti pada pengujian sebelumnya, mereka diminta untuk duduk di depan cermin yang membagi tiap orang menjadi dua, memberikan bayangan tubuh yang simetris pada cermin, dan mereka diminta untuk meyakini bahwa bayangan itu adalah kondisi mereka yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Mereka diminta menggerakkan kedua tangan sambil melihat bayangannya di cermin, untuk menciptakan ketimpangan dari gerakan tangan sesungguhnya - yang tersembunyi dari cermin - dengan gerakan tangan yang terlihat di cermin.&lt;br /&gt;"Dengan segera mereka merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada tangan yang tidak tampak di dalam cermin, mulai dari rasa tidak nyaman ringan hingga menyakitkan," ujar McCabe. "Beberapa orang merasakan ketidaknyamanan ini menjadi sesuatu yang menyakitkan selama 20 detik masa pengujian."&lt;br /&gt;Meski begitu tidak semua orang sependapat dengan McCabe. Contohnya Peter Buckle, seorang ahli dalam bidang RSI dari Robens Centre for Health Ergonomics di Surrey University.&lt;br /&gt;Menurut Buckle otak memang dapat dibingungkan dengan memberikan perbedaan akan gambaran dan kondisi yang nyata. Namun, ia tidak yakin bahwa ini merupakan suatu faktor yang mempengaruhi pada pasien RSI. "RSI telah ada selama ratusan tahun dan merupakan gejala fisik yang nyata, termasuk peradangan dan kerusakan syaraf," ujarnya. (k-1)&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt; &lt;a href="http://www.newscientist.com/" target="_blank"&gt;NewScientist.com&lt;/a&gt;/kcm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113237790471717603?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113237790471717603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113237790471717603&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113237790471717603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113237790471717603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/meredakan-nyeri-menggunakan-cermin.html' title='Meredakan Nyeri Menggunakan Cermin'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113237753245483095</id><published>2005-11-18T21:16:00.001-08:00</published><updated>2005-11-29T19:18:17.916-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>Menjadi Ayah, Mengubah Pria Menjadi Lebih Beradab</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Sama%20Papa3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/Sama%20Papa3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menjadi seorang ayah dapat menurunkan jumlah hormon testosteron yang ada dalam diri pria. Para peneliti di Amerika melakukan studi ini terhadap para pelajar keturunan China yang masih lajang dan yang telah menikah dan memiliki anak.&lt;br /&gt;Proceedings of the Royal Society  menemukan bahwa pria yang telah menjadi seorang ayah memiliki...&lt;span class="fullpost"&gt; jumlah hormon testosteron yang paling rendah dibanding yang belum memiliki anak dan masih lajang.&lt;br /&gt;Seorang peneliti dari Inggris mengatakan penurunan kadar testosteron ini adalah sesuatu yang alami untuk mengubah pria menjadi lebih beradab dan tidak agresif terutama di dekat anaknya.&lt;br /&gt;Para peneliti dari Charles Drew University of Medicine and Science di Los Angeles, Universitas Harvard, dan Universitas Nevada meminta 126 pria dengan usia berkisar antara 21-38 mengisi kuesioner.&lt;br /&gt;Para pria itu juga diminta memberikan sampel air liur pagi dan sore hari.&lt;br /&gt;Hasilnya, didapatkan 66 pria yang belum menikah memiliki jumlah hormon testosteron lebih banyak dibandingkan dengan 30 pria menikah yang belum memiliki anak.&lt;br /&gt;Namun, 30 pria yang telah menjadi ayah memiliki jumlah hormon testosteron yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pria lajang maupun pria menikah yang belum memiliki anak.&lt;br /&gt;Seperti hewan&lt;br /&gt;Para peneliti yang dipimpimpin oleh Dr Peter Gray dari Charles Drew University mengatakan, peningkatan jumlah hormon testosteron berkaitan dengan usaha untuk mencari pasangan, sedangkan penurunan jumlah hormon ini berkaitan dengan perasaan sebagai seorang ayah.&lt;br /&gt;"Dengan kata lain, penurunan jumlah hormon testosteron ini menunjukkan telah selesainya usaha untuk mencari pasangan dan munculnya perasaan untuk mengurus anak."&lt;br /&gt;Dr. Nick Neave, seorang psikolog dari Universitas Northumbria mengatakan, studi ini menemukan pola yang sama pada manusia dan hewan, berkaitan dengan masalah pengasuhan anak.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, penurunan jumlah hormon ini membuat hewan-hewan jantan tidak berkeliaran dan mau ikut mengasuh anak mereka. "Secara alami, hormon testosteron ini tidak akan meningkat ketika mereka memiliki bayi," kata Dr. Neave menambahkan.&lt;br /&gt;"Walaupun untuk waktu yang singkat, perubahan seorang pria menjadi lebih beradab adalah hal yang sangat alamiah."&lt;br /&gt;Dr. Neave menambahkan, "Sangat menarik untuk mempelajari sikap para pria yang telah menjadi ayah tetapi masih berlaku tidak beradab, misalnya dengan memukuli anak mereka."&lt;br /&gt;Sikap mereka ini mungkin berkaitan dengan faktor-faktor sosial, tetapi dapat juga disebabkan karena jumlah hormon testosteron yang tinggi, atau berkaitan dengan sirkulasi hormon di dalam darah."&lt;br /&gt;Ia juga mengungkapkan, jumlah hormon ini dipengaruhi pula oleh usia, dimana pria yang lebih muda memiliki jumlah hormon yang lebih tinggi. (k-1)&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt; &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/" target="_blank"&gt;bbc.co.uk&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113237753245483095?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113237753245483095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113237753245483095&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113237753245483095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113237753245483095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/menjadi-ayah-mengubah-pria-menjadi.html' title='Menjadi Ayah, Mengubah Pria Menjadi Lebih Beradab'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113237742601309779</id><published>2005-11-18T21:16:00.000-08:00</published><updated>2005-11-30T05:56:58.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>Rasa Kesepian Diturunkan Secara Genetis</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/Loneliness.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/320/Loneliness.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Kesepian mungkin telah diturunkan oleh nenek moyang manusia yang suka menyendiri&lt;br /&gt;&lt;a href="http://webmail.kompas.com/banner.php?cl=cq&amp;rbr=teknologi&amp;amp;go=www.centralequityland.com/indo/index.asp?id=41" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasa kesepian yang diderita oleh orang dewasa kemungkinan terkandung  dalam gen dan dapat diturunkan.&lt;br /&gt;Tim dari Universitas Free di Amsterdam dan Universitas Chicago menemukan adanya kemungkinan pengaruh gen terhadap rasa kesepian yang dirasakan oleh seseorang. Dengan kata lain, rasa sepi ini bisa jadi diturunkan dari nenek moyangnya.&lt;br /&gt;Penelitian terhadap 8.387 orang kembar identik dan non identik  menunjukkan bahwa 50 persen kembar identik dan 25 persen kembar fraternal (kembar tetapi berasal dari sel telur yang berbeda) menunjukkan karakteristik rasa kesepian yang hampir sama. Apakah ini berarti kesepian diturunkan secara genetis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para peneliti, rasa kesepian telah ada sejak masa prasejarah - masa berburu dan meramu. Manusia purba dengan sengaja menjauhkan diri dari yang lain agar mereka tidak perlu berbagi makanan. Strategi ini dilakukan supaya mereka bisa makan lebih baik sehingga mampu bertahan hidup dan berketurunan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, strategi itu memiliki kelemahan. Ia menyebabkan manusia memiliki rasa gelisah, permusuhan, pikiran negatif, dan penghindaran terhadap hubungan sosial.&lt;br /&gt;Kelemahan-kelemahan itu ternyata masih ditemui, dan mirip di antara orang-orang kembar. Ketika orang-orang kembar ditanyai tentang setuju atau tidak atas beberapa pernyataan seperti: "Saya sangat cepat kehilangan teman" atau "tidak seorangpun menyayangiku," jawaban-jawaban mereka serupa dengan kembarannya.&lt;br /&gt;Pasangan kembar identik menunjukkan banyak kesamaan pada pernyataan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa gen memiliki fungsi yang cukup besar dalam menentukan perasaan mereka terhadap kesepian.&lt;br /&gt;Profesor Dorret Boomsma, yang memimpin studi mengatakan, "Pengetahuan baru ini menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan tidak sama pada setiap orang."&lt;br /&gt;Namun, Dr. Arthur Cassidi, seorang psikolog di Institute Belfast mengatakan orang-orang dapat belajar dari keluarga mereka bagaimana bersikap.&lt;br /&gt;Sementara John Cacioppo, yang tergabung dalam studi bersama Louise Hawkley, seorang ilmuwan senior di bidang psikologi dari Universitas Chicago, berpendapat lingkungan yang nyaman memang dapat membantu orang-orang kesepian untuk mengatasi masalah mereka. Tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, pengaruh dari gen yang menurun pada mereka ini lebih kuat. (k-1)&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt; &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/" target="_blank"&gt;bbc.co.uk&lt;/a&gt;/&lt;a href="http://www.sciencedaily.com/" target="_blank"&gt;sciencedaily.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113237742601309779?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113237742601309779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113237742601309779&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113237742601309779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113237742601309779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/rasa-kesepian-diturunkan-secara.html' title='Rasa Kesepian Diturunkan Secara Genetis'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113237733345379977</id><published>2005-11-18T20:38:00.000-08:00</published><updated>2006-01-26T05:23:17.230-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>Jalan Menuju Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/jalan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/200/jalan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Para peneliti yakin mereka telah menemukan beberapa cara yang dapat membuat hidup seseorang lebih bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu percobaan yang tidak lazim selama tiga bulan, enam orang spesialis dari berbagai macam disiplin ilmu bekerja untuk mencari tahu hal-hal apa saja yang bisa meningkatkan kebahagiaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka mencoba dan menguji 10 ukuran sederhana dalam usaha pencarian kebahagiaan. Hasilnya, strategi untuk lebih bahagia itu didapatkan dengan berbagai cara termasuk merawat tanaman, tersenyum pada orang asing, dan mengurangi jam nonton televisi menjadi setengahnya.&lt;br /&gt;Usaha penelitian mereka ini disiarkan dalam empat seri film dokumenter berjudul "Making Slough Happy" BBC Two. Di situ ditampilkan kegiatan tim dan kemajuan mereka.&lt;br /&gt;Tim kebahagiaan ini terdiri dari Dr. Richard Stevens-psikolog, Brett Kahr-psikoterapis, Jessica Pryce-Jones dan Philippan Chapman-spesialis, Andrew  Mawson OBE-enterpreneur sosial, dan Richard Reeves ahli di bidang filosofi, kebijakan publik, dan ekonomi.&lt;br /&gt;Dalam seri tersebut, mereka mengambil 50 sukarelawan dari Slough, yang akan ditanami "bibit-bibit kebahagiaan" sebagai kelompok inti. Para sukarelawan kemudian diminta menyebarkan keceriaan pada orang-orang lain.&lt;br /&gt;"Para sukarelawan akan membawa keahlian dan sikap baru mereka pada pada komunitasnya, dan dengan cara ini kami akan mulai mengubah iklim psikologis di Slough," ujar Dr. Steven.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengetahuan dan penelitian mereka, tim ini menemukan 10 langkah untuk mencapai kebahagiaan. Langkah-langkah itu adalah :&lt;br /&gt;Menanam tumbuhan dan merawatnya.&lt;br /&gt;Menghitung anugrah yang Anda dapatkan hari ini, sedikitnya lima buah.&lt;br /&gt;Menyisihkan waktu untuk mengobrol, lakukan percakapan yang lama dengan orang yang dicintai setiap minggu.&lt;br /&gt;Menelpon seorang teman yang sudah lama tidak bertemu dan buatlah rencana untuk bertemu.&lt;br /&gt;Rawatlah diri sendiri dan sediakan waktu untuk menikmatinya.&lt;br /&gt;Tertawalah setidaknya sekali dalam sehari.&lt;br /&gt;Berolah raga selama setidaknya setengah jam, tiga kali dalam seminggu.&lt;br /&gt;Tersenyum dan sapalah orang yang tidak dikenal setidaknya sekali dalam sehari.&lt;br /&gt;Kurangi jam nonton TV menjadi setengah dari biasanya.&lt;br /&gt;Sebarkan kebaikan, lakukan sesuatu yang baik untuk orang lain setiap hari.&lt;br /&gt;Berdasarkan pedoman-pedoman di atas para ahli mengukur tingkat kebahagiaan para sukarelawan sebelum, ketika, dan setelah percobaan berlangsung untuk memperkirakan apakah metode mereka berhasil.&lt;br /&gt;Sepanjang percobaan, tim ahli menghadapi berbagai tantangan untuk menyampaikan ilmu mereka pada masyarakat yang skeptis, yang tidak siap melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan, seperti menari-nari di  supermarket atau memeluk pohon.&lt;br /&gt;Tentu saja banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kebahagiaan. Tapi bila Anda bingung bagaimana memulainya, cobalah tips-tips di atas. (k-1)&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;www.bbc.co.uk&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113237733345379977?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113237733345379977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113237733345379977&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113237733345379977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113237733345379977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/jalan-menuju-kebahagiaan.html' title='Jalan Menuju Kebahagiaan'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19068189.post-113224810291172446</id><published>2005-11-17T09:19:00.000-08:00</published><updated>2005-11-29T19:28:20.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popular Psychology'/><title type='text'>IQ or EQ</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/1600/IQ%20juga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4180/1880/320/IQ%20juga.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;HRD 1 : Gimana sih hasil rekrutan loe…? Masa’ baru kerja beberapa bulan, masa probation aja belom kelar udah keluar?? Kayaknya hasil rekrutan loe banyak yang begitu deh..??&lt;br /&gt;HRD 2 :  Iya nih.. gue juga bingung, padahal mereka itu orang-orang yang outstanding lho.. coba loe bayangin IP gak ada yang kurang dari  3, dari universitas terkemuka pula, trus hasil tes IQ nya superior  pula...!! Apa yang salah ya...??&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan itu terjadi 4 tahun yang lalu di kantin PT. XXX - salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia – di Kuningan Jakarta Selatan. Percakapan itu antara dua orang staf Human Resource Department (HRD), mereka bekerja pada divisi rekrutmen, divisi mereka adalah yang paling bertanggung jawab atas rekrutmen karyawan baru. Issue di divisi ini adalah barang siapa rekruter (orang yang merekrut, biasanya dalam satu perusahaan ada beberapa rekruter) yang hasil rekrutannya bekerja bagus, loyal, berkontribusi secara signifikan terhadap perusahaan berarti dia seorang rekruter yang bagus dan mendapatkan poin. Dan sebaliknya yang hasil rekrutannya bekerja dengan buruk, baru kerja sebentar sudah keluar, tidak disipline, dsb, berarti dia bukan rekruter yang bagus, tidak mendapat poin, bahkan mungkin mendapat punishment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut anda apakah yang membuat karyawan-karyawan pilihan HRD 2 sering ‘mental’ ditengah jalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saran HRD 1 maka dilakukanlah investigasi mengenai kinerja para mantan karyawan hasil rekrutan HRD 2 tersebut. Dan ternyata hasilnya cukup menarik. Beberapa diantara mereka ternyata ‘mental’ karena tidak mampu bergaul dengan sesama karyawan lain. Cuma karena itu? Ya karena itu, tapi tanpa kata ‘cuma’ karena bergaul adalah hal yang sulit untuk banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah benar bahwa Intelligence Quotient (IQ) merupakan hal yang sangat penting, karena IQ yang tinggi dapat membuat orang selalu menjadi nomor satu dikelas, IQ yang tinggi bisa membuat kita mendapat gelar siswa berprestasi, mendapat hadiah sepeda dari Bapak Ibu sewaktu SD, dikagumi kawan-kawan, mendapat beasiswa, dan banyak keuntungan lainnya. Akan tetapi sebaiknya kita juga melatih yang namanya Emotional Quotient (EQ), atau kecerdasan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EQ adalah kemampuan kita menempatkan diri, kemampuan kita bergaul, kemampuan untuk mengetahui dengan baik kapan kita harus berperilaku A dan kapan kita harus berperilaku B, kepada siapa kita bisa berbicara keras kepada siapa kita sebaiknya berbicara lembut, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik IQ maupun EQ ditentukan oleh dua faktor yaitu faktor herediter (keturunan) dan faktor environmental (lingkungan). Faktor keturunan menentukan potensi sedangkan lingkungan menentukan hasil akhir. Jika seorang anak terlahir dari orang tua yang ber IQ tinggi, maka dia telah mempunyai cikal, tunas yang bagus. Akan tetapi apakah tunas itu akan tumbuh subur, kuat dan sehat tergantung dari pupuk dan perawatan yang diberikan. Makanan yang baik, berkualitas, lingkungan rumah tangga yang nyaman, harmonis, penuh kasih sayang dan kebahagiaan akan mengoptimalkan tumbuh kembangnya sang cikal atau anak. Tetapi sebaliknya jika anak yang berpotensi bagus itu tidak dirawat dengan baik, makanan yang tidak bergizi, lingkungan rumah tangga yang tidak harmonis, penuh pertengkaran, dan sebagainya, maka akan mematikan potensi anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika sang anak telah menjadi lebih dewasa atau bahkan dewasa, sedangkan EQ nya kadung tidak terlatih? Memang relatif sulit untuk mengubahnya, tetapi beter too late than never, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, misalkan ikut berorganisasi, bergaul dengan lebih banyak orang, melatih empati (kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain), menyadari bahwa ada norma sosial, menyadari bahwa ada social desire behavior, beberapa perilaku disukai oleh masyarakat, tetapi ada juga perilaku yang tidak disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beberapa latihan tersebut InsyaAllah EQ kita menjadi lebih terlatih, dan kita dapat meraih kecerdasan emosional. Dengan itu pergaulan menjadi semakin luas, semakin memperluas link, dan pintu kesuksesan menjadi semakin terbuka. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DO YOU KNOW?&lt;br /&gt;IQ hanya berpengaruh secara signifikan terhadap kesuksesan (Pendidikan) seseorang sampai dengan masa SMU, sedangkan pada masa kuliah dan kerja EQ-lah yang lebih berperan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Lukman Nul Hakim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19068189-113224810291172446?l=lukman-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukman-nh.blogspot.com/feeds/113224810291172446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19068189&amp;postID=113224810291172446&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113224810291172446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19068189/posts/default/113224810291172446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukman-nh.blogspot.com/2005/11/iq-or-eq.html' title='IQ or EQ'/><author><name>Lukman Nul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03688523885164792077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_-pFbZ-wf6pI/TUq3-2ODXQI/AAAAAAAAAOE/AihZu9xqTpw/s220/LucBlue.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
